GEREJA KATOLIK SIDOARJO
1950 – 2005
( Sebuah Perjalanan dari Stasi Para Rasul menjadi Paroki Santa Maria Annuntiata )
A. PENGANTAR
Sepuluh tahun usia Paroki Santa Maria Annuntiata Sidoarjo, tepatnya pada tanggal 25 Maret 2005. Tulisan ini dibuat tidak hanya untuk sekedar mengenang perjalanan dan keberadaan Gereja Katolik di Sidoarjo, namun sebuah upaya untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan perjalanan sejarah awal hingga menjadi Paroki saat ini yang telah memasuki usianya yang ke sepuluh.
Tulisan sejarah haruslah mengacu pada fakta atau kejadian yang sebenarnya, oleh karenanya informasi dikumpulkan dari berbagai sumber yang diyakini “tahu dan mengalami” secara langsung perkembangan dan pertumbuhannya. Mungkin masih ada Para Tokoh atau Umat yang “tahu dan mengalami” tentang Sejarah Perkembangan dan Pertumbuhan Gereja di Sidoarjo namun tidak diketahui / terjangkau oleh Tim Penyusun, kami mohon maaf. Kami sangat mengharapkan informasi baru, baik yang bersifat tambahan maupun yang bersifat koreksi demi perbaikan penulisan dokumen di masa-masa mendatang
Tulisan ini disusun dengan tahapan lima tahun, setiap tahap hanya dituliskan hal-hal / data-data yang menonjol dalam detak perkembangan dan pertumbuhannya. Agar dapat memberikan gambaran yang lebih fokus, sejak Tahap Ke XI, setiap tahap masanya 3 (tiga) tahun atau seiring usia masa bakti Kepengurusan Dewan Paroki selama 3 (tiga) tahun.
Susunan Dewan Stasi dan Dewan Paroki serta foto-foto peristiwa yang pernah terjadi disusun sebagai lembaran Lampiran, dimaksudkan untuk memudahkan melihat kesinambungan pelaku yang pernah terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan gereja di Sidoarjo.
Harapan kami, semoga upaya ini tidak hanya sekedar dijadikan dokumen, namun dapat dipakai sebagai bahan renungan dan bahan inspirasi dalam berkarya dan hidup menggereja dalam rangka menumbuh-kembangkan gereja kita dimasa mendatang.
Tim Penyusun
Panitia Hari Ulang Tahun Ke- X
25 Maret 2005
B. SEJARAH GEREJA
I. PERIODE TAHUN 1950 – 1955
Perkembangan Gereja Katolik di Sidoarjo dalam periode ini tidak tercatat, karena masih sangat sedikit umat yang terdeteksi keberadaannya, sehingga tidak terkoordinir layaknya sebuah organisasi (struktur hirarki gereja).
Gereja bukanlah hanya dalam bentuk wujud bangunan gedungnya, melainkan lebih daripada itu, dan yang paling utama adalah Umat-Nya. “Gereja adalah Umat Allah yang dipimpin Tuhan Yesus, dan Wakil-Nya di dunia ini, menuju hidup kekal di Surga.”
Selain di Sidoarjo, warga Katolik juga terdapat di Pabrik Gula, seperti: PG. Krian, PG.Candi, PG. Krembung, PG.Tulangan, PG. Watu Tulis. Seorang diantara warga tersebut putranya ada yang menjadi Pastor, yaitu: Romo Hardjo Atmodjo, berkarya di Jambi/Palembang – Sumatera. Sebenarnya di Krian saat itu sudah ada sebuah Kapel yang satu gedung dengan Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK), yang mana umat Katolik di Krian berstatus Stasi dari Paroki Mojokerto.
Bapak P.F. Samso Poerwosoemarto adalah Pegawai Polisi yang beragama Katolik dari Djawatan Kepolisian Negara (DKN) Jakarta yang dipindahkan ke Pusdik Korps Brimob Porong, dan menempati asrama/ksatrian Brimob Kompi 5480. Disamping kesibukan melaksanakan tugas sehari-hari, beliau menyempatkan diri untuk mencari umat Katolik di daerah Porong dan sekitarnya, namun saat itu tidak dapat diketemukan/dikenal.
Lalu, beliau berusaha mencari ke Sidoarjo, dan di Sidoarjo inilah beliau bertemu dengan keluarga Katolik, yaitu: Bapak P. Ponidin – anggota Polisi berpangkat Ajun Inspektur II Polisi / Pembantu Letnan II Polisi dengan jabatan Kepala Asrama (Wetasemen Markas) yang tinggal di asrama/ksatrian Polisi Resort Sidoarjo. Dan di tempat inilah dijadikan Pos Pertemuan – tatap muka dan sambung rasa. Beberapa warga Katolik yang bisa disebutkan dalam komunitas tersebut adalah :
1. P.C. Achmad Soetedjo – Guru S.R./S.D.
2. Koemani – Pelajar S.M.P.N. I, Sidoarjo
3. Djono Siswowardjono – Guru S.R./S.D, yang bertempat tinggal di Desa Kalitengah – Tanggulangin.
Demi meningkatkan hubungan yang lebih intens, P.F. Samso Poerwosoemarto pindah tempat tinggal (kost) di Kampung Slautan – Sidokumpul Sidoarjo.
II. PERIODE TAHUN 1955 – 1960
Pada awal periode ini, dilakukan penelusuran untuk mencari tahu dimana saja warga Katolik yang bertempat tinggal di Sidoarjo dan sekitarnya berada, dan hasilnya ditemukan sebagai berikut:
1) Bapak Ponidin – Sersan Polisi, bertempat tinggal di Asrama Kepolisian Sidoarjo.
2) Bapak R.Y. Moerdjono Siswoharjono – Kepala S.D. di Tanggulangin, bertempat tinggal di desa Kalitengah, Tanggulangin.
3) Bapak P.C. Achmad Soetedjo – Guru S.D. Rangkah Kidul, bertempat tinggal di Slautan Sidoarjo
4) Bapak R.P. Rabidin – Mantri Kesehatan RSU Sidoarjo, bertempat tinggal di Mambang, Pucang Sidoarjo.
5) Bapak R.B. Soeprapto, bertempat tinggal di PG. Toelangan.
6) Bapak Achmad Puji, bertempat tinggal di PG. Candi
7) Sdr. Koesmani – Pelajar, bertempat tinggal di Sidoarjo.
Bapak P.F. Samso Poerwosoemarto, Pusdik Brimob Porong.
9) Ny. Ong Tjiang Hok, bertempat tinggal di Jalan Gajahmada Sidoarjo.
10) Ny. Tjoa, bertempat tinggal di Jalan Gajahmada Sidoarjo.
11) Ny. Go Dju Kwie, bertempat tinggal di Jalan Hang Tuah Sidoarjo.
12) Ny. Liem Swi Lie, bertempat tinggal di Jalan M.H. Thamrin (d/h. Krian) Sidoarjo.
13) Bapak Theo Ot Son – Kepala SD Pasar Ikan, Sidoarjo.
Mereka inilah jemaat perintis berdirinya gereja Katolik di Sidoarjo, sehingga Bapa Uskup Mgr. Johanes Klooster, CM – Uskup Surabaya memberikan perhatian yang besar. Tindakan awal beliau adalah menjadikan Sidoarjo sebagai “Daerah Tinjau” yang dipimpin oleh beliau sendiri. Kunjungan dilakukan secara periodik dan bergiliran diantara para anggotanya, yakni:
1) Mgr. Johanes Klooster, CM – Uskup Surabaya
2) Romo G. Bonekam, CM
3) Romo A. Hadisoedarso, Pr
4) Romo W.P. Jansen, Cm
5) Romo I Dwijo Soesastro, CM
6) Romo J. Bartels, CM
7) Romo J.H. Van Megen, CM
Romo H. Windrick, CM
9) Romo P. Bonekam, CM
10) Romo H. Niesen, CM
11) Romo H.J. Raets, CM
Yang dijadikan Pos Tinjau adalah tempat tinggal Bapak Ponidin – Sersan Polisi, di Asrama Kepolisian Sidoarjo.
Sekitar bulan Juli tahun 1958 aktivitas umat Katolik mulai meningkat dan lebih terkoordinasi, diantaranya :
Warga Katolik di Porong dan Sidoarjo dalam kewajibannya mengikuti Misa Kudus pada hari Minggu / Hari Besar lainnya dikoordinasikan ikut kendaraan Gereja Pusdik Korps Brimob Porong ke Gereja Paroki Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen, Surabaya.
Awal tahun 1959, Sidoarjo memperoleh status Stasi dengan Pastor Stasi yang pertama adalah Romo H.J. Raets, CM. Dengan status Stasi, maka kegiatan kegerejaan menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.
Atas bantuan seorang simpatisan bernama Bapak Setyawan Sutan Adi (Tan Hway Tjiang), bertempat tinggal di Jalan A. Yani No.1, Sidoarjo, maka Ruang Kelas SDN I Pucang Sidoarjo dapat dipergunakan untuk melaksanakan Misa Kudus. Misa Kudus pertama kali dilaksanakan dengan kehadiran Umat sebanyak 8 (delapan) orang, termasuk diantaranya 3 (tiga) orang Katekumen, sejak itu Misa Kudus dilaksanakan pada Minggu Pertama setiap bulan, dan diikuti oleh sekitar 14 – 15 orang.
Atas inisiatif dan permohonan Bapak Bertha Nio kepada ayahnya, yaitu Bapak Nursahit Hasyim (Nio Kin Bin), maka umat diijinkan mempergunakan pavilyun rumah di Jalan Untung Suropati No.18-20 Sidoarjo, guna melaksanakan Misa Kudus. Dengan perolehan ijin tersebut, maka pelaksanaan Misa Kudus di SDN I Pucang Sidoarjo dipindahkan ke Pavilyun tersebut dan Misa Kudus diadakan 2 (dua) kali setiap bulan – pada setiap Minggu Pertama dan Minggu Ketiga.
Kehadiran umat dalam setiap Misa Kudus yang dilaksanakan menjadi rata-rata 25 orang sejak saat itu. Melihat perkembangan Misa sudah dapat membawakan Lagu / Nyanyian dengan solis Ibu Ir. Guntoro dari PG. Krembung dan Koor, maka perhatian Mgr. J. Klooster, CM – Uskup Surabaya semakin besar, maka dibeli sebidang tanah milik Bapak Go Yu Hok yang terletak di Jalan Untung Suropati No.33, Sidoarjo.
Untuk keperluan pengadaan prasarana dan sarana gereja, maka dibangunlah sebuah gedung dengan fungsi ganda, yaitu: untuk Kapel sekaligus untuk Sekolah. Pembangunan dimulai sekitar akhir tahun 1959, dan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan. Pada awal tahun 1960 fungsi dan penggunaannya diresmikan oleh Mgr. J.Klooster, CM. – Uskup Surabaya. Mengingat gedung berfungsi ganda, maka disamping digunakan untuk Gereja, gedung juga dipakai untuk Sekolah Menengah Pertama Katolik dengan memakai nama SMPK “Untung Suropati”.
III. PERIODE TAHUN 1960 – 1965
Pasca pembangunan dan peresmian gedung yang berfungsi ganda tersebut, Misa Kudus pelaksanaannya ditingkatkan mennjadi setiap Hari Minggu dan setiap Hari Raya Gereja.
Pada tahun 1962 Romo H.J. Raets, CM dipindah-tugaskan ke Madiun, sebagai pengganti Pastor Stasi ditunjuk Romo R. Koemoro Widjojo, Pr dengan tugas rangkap selaku Pimpinan / Ketua Yayasan Wijana Sejati Keuskupan Surabaya. Kegiatan pertama yang dilakukan beliau adalah konsolidasi, pembenahan dan pembentukan perangkat organisasi kemasyarakatan gereja dan mengelola Sekolah.
Romo R. Koemorojowidjojo, Pr. selaku Romo Stasi maupun sebagai Ketua Yayasan Wijana Sejati dalam mengelola institusi tersebut cukup proporsional, dengan titik berat mengutamakan Gereja, sedang yang lain berfungsi sebagai penunjang.
IV. PERIODE TAHUN 1965 – 1970
Pada tahun 1965 jabatan Pastor Stasi diserahkan dari Romo Koemorowidjojo, Pr. kepada Romo H. Massen, CM, sedangkan jabatan Pimpinan / Ketua Yayasan Wijana Sejati diserahkan kepada Romo Louis Pandu, CM. Sejak saat itu Kebijakan Gereja dan Kebijakan Yayasan Wijana Sejati – dalam hal ini adalah SMPK Untung Suropati dipisahkan.
Pemisahan kebijakan tersebut tidak membawa dampak negatif, justru pertumbuhan dan perkembangan umat semakin bertambah banyak, dan hal ini menjadi perhatian Bapa Uskup J. Klooster, CM. sehingga beliau memandang perlu mendirikan gedung gerja yang mamadai dan terpisah dari fungsi ganda antara gedung gereja dan gedung sekolah. Untuk kepentingan tersebut beliau berkenan mengadakan ruislag / tukar-menukar bangunan gedung milik Keuskupan Surabaya untuk dipergunakan Kantor Kecamatan Krian – Sidoaro.
Menanggapi perhatian Bapa Uskup, maka sejumlah umat mencari lokasi tanah kosong untuk bangunan gereja. Diantaranya di sepanjang Jalan Untung Suropati – yang sekarang dipergunakan sebagai perkantoran dan perumahan pengairan, sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto – yang sekarang dipergunakan sebagai daerah perkantoran, antara lain : Kantor Bukopin, Kantor Agraria, Kantor KPN, Kantor Dikbud dan sebagainya.
Hasil lobby / negosiasi antara Kepala SMPK Untung Suropati dengan Mgr. J. Klooster, CM. disetujui hasil ruislag / tukar-menukar tersebut dipergunakan membangun gedung gereja di kompleks SMPK Untung Suropati, dan membeli sebidang tanah di Jalan Trunojoyo dengan ukuran 13 x 43 x 1 m2. Menurut informasi, tanah tersebut diperuntukkan bangunan Susteran – saat itu ada seorang Suster yang bekerja di Stasi Sidoarjo, yaitu dari Ordo Abdi Dalem Semarang.
Pada periode ini, masa jabatan Pastor Paroki Romo H. Massen, CM. selesai dan digantikan dengan Romo Lucas Soewondo, CM.
Kepala Sekolah SMPK Untung Suropati, RPS. Djoko Mursandi bersama Romo Lucas Soewondo, CM membangun Gereja di areal SMPK yang akhirnya sekarang digunakan sebagai Aula/Ruang Pertemuan (sekarang menjadi Aula SMAK Untung Suropati). Sebagai Perancang, Pengawas dan Pelaksana Pembangunan Gereja tersebut adalah Romo Lucas Soewondo, CM, RPS. Djoko Mursandi, dan F.X. Ngadiman. Gedung dikerjakan secara gotong royong dibantu oleh tenaga yang dikelola oleh Romo Lucas Soewondo, CM., dari Surabaya. Setelah gedung gereja selesai, semua kegiatan gereja dipindahkan ke Gereja tersebut. Pada tanggal 29 Agustus 1976 gedung dipergunakan untuk penerimaan Sakramen Penguatan oleh Mgr. Yohanes Klooster, CM – Uskup Surabaya.
Keberadaan gedung tersebut semakin mempertajam perbedaan pendapat, yang mana di satu pihak (pimpinan sekolah) berpendapat bahwa sekolah mempunyai gereja, di pihak lain gereja (umat) berpendapat sekolah merupakan sarananya pengembangan gereja, untuk menghindari perbedaan pendapat yang lebih tajam serta dampak yang tidak diinginkan, maka sebagian umat Stasi Sidoarjo, dalam hal ini umat dari Tanggulangin, Porong, Tulangan, Krembung kegiatan kegerejaannya pindah ke Pandaan.
V. PERIODE TAHUN 1970 – 1975
Pada periode ini kembali terjadi pergantian Pastor Stasi, dari Romo Lukas Soewondo, CM. kepada Romo J. Reintjes, CM. Romo J. Reintjes, CM. mengadakan rehabilitasi dan rekonstruksi kegerejaan yang sementara itu sebagian umat Stasi Sidoarjo melaksanakan kegiatan menggerejanya dilakukan di Pandaan, hal tersebut banyak membantu sumbang saran dalam proses terjadinya Paroki Gereja Katolik Santa Theresia, Pandaan.
Romo J. Reintjes, CM. sebagai Pastor Stasi Sidoarjo, dalam melaksanakan tugasnya, selain melanjutkan kebijakan pendahulunya, beliau lebih menitikberatkan pada usaha penanaman iman kedalam diri setiap warga Katolik.
Kepada umat Katolik yang putra-putrinya tidak bersekolah di Sekolah Katolik, diminta pertanggungan jawab dan alasannya, mengapa putra-putrinya tidak bersekolah di Sekolah Katolik, dan pada saat tertentu orang tua bersangkutan dikumpulkan dan diberi pengarahan tentang kebijakan perlunya putra-putrinya di Sekolah Katolik.
VI. PERIODE TAHUN 1975 – 1980
Pada periode ini, giliran Romo J. Reintjes, CM. harus meninggalkan umat Sidoarjo sebagai Pastor Stasi, dan jabatannya digantikan oleh Romo B. Martokoesoemo, CM.
Romo B. Martokoesoemo, CM. melanjutkan rencana program yang telah dicanangkan oleh pendahulunya, dengan lebih meningkatkan frekuensi turun ke bawah / lapangan, yaitu melakukan kunjungan-kunjungan ke tempat tinggal keluarga Katolik terpencil / miskin. Disamping itu, belia seringkali menganjurkan untuk selalu membina persatuan – kesatuan, kerukunan antar umat, dan memberi dorongan semangat hidup menggereja untuk lebih meningkatkan usaha mendirikan gedung gereja yang mandiri dan cukup memadai.
Pada periode ini, seorang Suster dari IPI Malang, sejak tanggal 20 April 1976 mulai berkarya di Stasi Sidoarjo, beliau adalah Suster Caecilia Suratmi, Alma.
Pada bulan Juni 1977, dimana keadaan Stasi sudah stabil / baik, Romo T. Karyono Saptonugroho, CM (populer dengan sebutan Romo YON) giliran bertugas di Stasi Sidoarjo menggantikan Romo B. Martokoesoemo, CM. yang tugasnya selesai sebagai Pastor Stasi Sidoarjo. Romo Yon mengawali aktivitasnya dengan meneruskan dan meningkatkan kebijakan / kegiatan pendahulunya. Dan bertepatan waktu itu datang aktivis Katolik yang bernama Bapak W.R. Pronk dari Pabrik Gula Krembung di Stasi Sidoarjo. Walaupun jarak Krembung – Sidoarjo cukup jauh ± 25 Km, baginya tidaklah menjadi halangan untuk hidup menggereja dengan aktif, hal ini terbukti dengan kehadirannya apabila ada kegiatan Doa Keluarga di Sidoarjo.
Pada masa ini kembali timbul inisiatif usaha mencari tanah untuk mendirikan bangunan Gereja. Inisiatif ini dipaparkan secara umum dan dilaporkan kepada Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus dan kepada Bapa Uskup Surabaya; dan memperoleh tanggapan positif, antusias dan restu dari beliau. Maka sebagai langkah awal dibentuklah Panitia Kecil / Tim sebagai koordinator / mediator antara Dewan Stasi Sidoarjo dengan Paroki hati Kudus Yesus Surabaya, dan Keuskupan Surabaya.
Susunan Panitia Kecil tersebut adalah:
Koordinator : Romo T. Karyono Saptonugroho,CM
Anggota : 1. P.F. Samso Poerwosoemarto – Sidoarjo
2. W.R. Pronk – Krembung
3. R.J. Moerdjono Siswohardjono, Sidoarjo
Dengan susunan personalia sebagaimana tersebut diatas, dimulailah karya tersebut dengan bantuan Bapak Miadi Hadiwiyono hingga memperoleh dua bidang tanah dengan kapling seluas 946 m2 dan 977 m2 atau dengan total luas 1.923 m2, terletak di Jl. W. Mungindisi No.13, Sidoarjo, dengan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II, Sidoarjo, Nomor: 032/30/KD/79, tertanggal 16 April 1979, tentang “Ijin Mendirikan Gereja Katolik di Jalan W. Munginsidi No.12, Sidoarjo”. Berdasarkan hal tersebut, maka Dewan Stasi membentuk Panitia Pembangunan Gedung Gereja Katolik dengan susunan sebagai berikut :
Pelindung : Romo A.J. Dibjokarjono, Pr – Pastor Kepala
Paroki Hati Kudus Yesus Surabaya.
Mediator : Romo T. Karjono Sapto Nugroho, CM –
Pastor Stasi
Ketua : P.F. Samso Poerwosoemarto
Wakil Ketua : Drg. V. Swatnawati Tjandra
Sekretaris I : W.R. Pronk
Sekretaris II : Chr. Likli Kuata
Bendahara I : A.R. Soesanto, Bsc
Bendahara II : R.J. Moerdjono Siswohardjono
Seksi Teknik : 1. P. Kutomiharso
2. Richardus Riyanto
3. F.X. Ngadiman
Seksi Usaha Dana : 1. St. Sarwono D.S.
2. Th. Wahjudjati
3. A. Soedarjatno
4. H.Y. Soenarto
Seksi Pengerah Tenaga: 1. Ignatius Martono
2. J.D. Sugiharto
Seksi Pembantu Umum: Matheus Sabariman
Dalam melaksanakan pembangunan fisik, ditunjuk 3 (tiga) orang sebagai Tim Pelaksa yang bertanggung jawab kepada Panitia Pembangunan Gereja Katolik Sidoarjo, yang terdiri dari :
1. P. Kutomiharso : sebagai Project Officer / Pelaksana
2. Chr. Likli Kuata : sebagai Pemegang Kas / Pengawas Keuangan
3. R.J. Moerdjono : sebagai Pengawas Pengadaan Bahan dan Barang (termasuk administrasinya).
Untuk mengoptimalkan aktivitas tersebut, maka Sekretariat ditetapkan di Jl. KBP M.Doerijat No.66, Telepon 41900, Sidoarjo. Pada hari Selasa Kliwon, tanggal 27 September 1979 dilaksanakan Upacara Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sidoarjo, yang diwakili oleh Kepala Sub.Dit.Kesra Sidoarjo – Bapak Abu Hasan, SH., dan dilanjutkan dengan upacara gerejani, Doa Syukur dan Berkat oleh Romo A.J. Dibjokarjono, Pr – Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Surabaya.
Pada hari Raya Natal tanggal 24/25 Desember 1979, meskipun bangunan belum selesai seluruhnya dan masih dalam proses pengerjaan, dengan penuh kelegaan dan rasa sukacita umat dapat merayakan Misa Natal di tempat tersebut dengan berpakaian Adat Jawa.
Selama proses pembangunan, partisipasi umat sangat besar mewarnai pelaksanaannya, sebab semangat berkarya dilakukan dengan penuh rasa gotong royong, baik secara moral maupun material, hal tersebut tercermin sebagai berikut :
1. Penerimaan :
1) Biaya Pokok dari Keuskupan Surabaya
2) Bantuan dari Kepala Daerah Tingkat II, Sidoarjo
3) Bantuan dari Paroki Hari Kudus Yesus, Surabaya
4) Partisipasi dari Umat Katolik Stasi, Sidoarjo
5) Donatur dari Umat Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Surabaya
6) Sumbangan dari Para Pengusaha
2. Sumbangan Alat / Perlengkapan untuk:
1) Gereja : Meja Altar, Lonceng Gereja, Salib diatas
Altar, Gong (tanda konsentrasi), Gambar
Jalan Salib, Bangku dan Kursi Lipat.
2) Pastoran : Tempat Tidur, Meja dan Kursi,
Meja Makan, Pesawat Telepon
3) Tenaga & Material : Tenaga Kerja dari tiap Kring
secara bergiliran, Bahan –
Bangunan, dll.
Dengan selesainya pembangunan gedung Gereja Katolik Sidoarjo, dengan restu Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Surabaya, dan Uskup Surabaya, maka Romo T. Karyono Sapto Nugroho, CM. memberikan nama pelindung “PARA RASUL”.
Pada hari Selasa, tanggal 25 Maret 1980, dilaksanakan Upacara Peresmian Penggunaan Gedung Gereja Katolik Para Rasul, oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sidoarjo, yang diwakili oleh Bapak Drs. Anwar Latif – Sekwilda Sidoarjo. Seusai upacara peresmian dilanjutkan upacara gerejani, Doa Syukur dan Berkat oleh Mgr. J. Klooster, CM. – Uskup Surabaya.
Dengan mempunyai gedung gereja yang cukup memadai, maka kegiatan hidup menggereja nampak menjadi lebih aktif, sebab Romo Yon, meningkatkan kegiatan gereja dan lebih diarahkan kedalam kehidupan sosial kemasyarakatan, antara lain :
1. Bidang Organisasi
Dewan Stasi disempurnakan sesuai dengan kebutuhan dengan melihat situasi setempat.
2. Bidang Liturgi
a) Diadakan Doa Kring, Doa Keluarga secara bergiliran diantara keluarga di setiap Kring.
b) Diadakan Misa Kudus di setiap Kring sesuai permohonan.
c) Diadakan Ziarah ke Sendangsono, untuk ber-devosi kepada Bunda Maria, dan Ziarah ke tempat-tempat ziarah lainnya.
d) Diadakan Pendidikan Agama Katolik bagi anak-anak yang sekolah di Sekolah Non Katolik.
e) Diadakan Pendidikan Agama Katolik bagi para Katekumen / magang Katolik.
f) Diadakan Pendalaman Iman di tiap-tiap Kring yang dipandu dari Stasi oleh C. Suratmi ALMA dan F.X. Ngadiman.
g) Diadakan Rekoleksi, Retret dalam rangka penyegaran iman bagi Muda-mudi, Umum, bahkan Rekoleksi Para Romo Konggregasi Misi (CM) Keuskupan Surabaya juga pernah dilaksanakan di Stasi Sidoarjo.
3. Bidang Sosial
a) Memberi Santunan dan Bingkisan (Natal/Paskah) kepada warga yang membutuhkan.
b) Mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan dan Panti Jompo di Keuskupan Surabaya, Keuskupan Malang, Rumah Sakit serta rumah Warga yang dipandang perlu.
c) Berpartisipasi dalam acara gereja dalam perayaan maupun yang lain, misalnya; menyelenggarakan Bazar di keuskupan Surabaya maupun di Malang.
4. Bidang Muda-Mudi
Peningkatan Pembinaan Iman dengan metode pendekatan, antara lain:
a) Darmawisata
b) Ziarah
c) Olah raga
d) Temu wicara Muda-mudi di tingkat Keuskupan Surabaya
e) sarasehan
5. Bidang Hubungan Masyarakat / Humas
Hubungan kedalam (intern lingkungan sendiri) dan keluar (masyarakat, instansi dan pemerintahan) cukup baik, hal itu nampak dalam kegiatan sosial (RT, RW, Rukun Kematian, dll), maupunkegiatan resmi pemerintahan, pada Hari Besar Nasional, Hari Besar Keagamaan, kita berpartisipasi secara aktif dan integratif / timbal balik.
VII. PERIODE TAHUN 1980 – 1985
Pada periode ini, Romo T. Karjono Sapto Nugroho, CM. dibantu oleh tiga orang Biarawati, yaitu:
1. Suster dari Ordo Abdi Dalem, Semarang – Jawa Tengah
2. Ibu Caecilia Suratmi – dari Institut Sekulir ALMA – Malang
3. Suster E. Irma – dari Ordo Putri Kasih – Surabaya (dalam rangka Pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan / SPK selama satu tahun).
Romo T. Karjono Sapto Nugroho, CM., pada pertengahan bulan Juni / Juli 1984 dipindah-tugaskan sebagai Pastor Paroki Blora, jabatan sebagai Pastor Stasi “Para Rasul” beliau, digantikan oleh Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr.
Karya Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr, dimulai dengan melanjutkan program yang telah dibuat pendahulunya, disamping itu, beliau juga mengadakan persubahan disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan situasi serta kondisi Stasi Sidoarjo.
Pada tanggal 25 Maret 1985 diadakan peringatan Pancawarsa (Lustrum I), Hari Ulang Tahun Gereja Katolik “Para Rasul” Sidoarjo. Dalam peringatan tersebut, Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sidoarjo – Bapak Suwandi, menekankan persatuan dan saling menghormati antar semua golongan pemeluk agama yang berbeda-beda dalam rangka mencapai tujuan, masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Pada kesempatan yang sama, Mgr. A.J. Dibyo Karjono, Pr – Uskup Surabaya, menekankan persatuan dan kerukunan antar umat dengan harapan pembangunan Gereja Katolik Para Rasul, Stasi Sidoarjo, pasti dapat berkembang lebih jauh.
VIII. PERIODE TAHUN 1985 – 1990
Pada tahun 1986, Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr. menyempurnakan stuktur dan melengkapi kepengurusan Dewan Stasi, seiring perubahan tersebut Kring juga mengalami perubahan mengingat jumlah umat yang semakin besar; dari 8 (delapan) Kring menjadi 18 (delapan belas) Lingkungan dan membentuk 4 (empat) Wilayah dengan nama Santo / Santa. Beliau juga menetapkan masa bakti setiap periode selama 3 (tiga) tahun, diawali tahun 1986 – 1989.
Pada periode ini terjadi pergantian pimpinan Yayasan Wijana Sejati Pusat di Surabaya, yang wilayah kerjanya meliputi Sidoarjo dari Romo Louis Pandu, CM. kepada Romo Y.H. Purwoputranto, Pr. atas petunjuk serta kebijaksanaan Mgr. A.J. Dibjo Karyono, Pr. – Uskup Surabaya dilakukan “sistem bina tunggal”, dengan demikian pengelolaan / pembinaan Yayasan Wijana Sejati, Sub Perwakilan Sidoarjo dipertanggungjawabkan kepada Romo Stasi Gereja Katolik Para Rasul Sidoarjo, maka Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr. menindaklanjuti hal tersebut dengan melakukan penertiban dan perbaikan di Sekolah Katolik diantaranya :
· Status Kepemilikan
· Pertanggungjawaban
· Status Tenaga Pengajar
· Disiplin Guru
· Sistem Administrasi Sekolah
· Dll.
Program / kegiatan penertiban dan perbaikan tersebut dengan menyempurnakan sistem pendidikan, mengadakan rehabilitasi dan mengakomodasi sekolahan:
· Sistem pendidikan sesuai / bersifat umum dan dengan identitas Katolik, dilengkapi dengan Tanaga pengajar sesuai dengan kebutuhan serta penataan administrasi yang tertib dan memadai.
· Mengadakan rehabilitasi / renovasi bangunan gedung sekolah di semua tingkatan (Persiapan, TK, SD, SMP dan SMA).
· Mengadakan strukturalisasi dan mengakomodasikan sekolah-sekolah milik Yayasan Wijana Sejati Sub Perwakilan Sidoarjo.
· SMAK Untung Suorpati, Jl. Untung Suropati 33, Sidoarjo
· SMPK Untung Suropati, Komplek Perumahan Wisma Sarinadi, Jl. Tenis III Sidoarjo.
· SDK Untung Suropati, Jl. Kartini III/11-A, Sidoarjo.
· SDK Untung Suropati Filial, Komplek Perumahan Wisma Sarinadi, Jl. Tenis III Sidoarjo.
· TK Katolik Santa Maria, Komplek Perumahan Wisma Sarinadi, Jl. Tenis III Sidoarjo.
Dalam periode ini, tanah milik Keuskupan Surabaya yang terletak di Jalan Trunojoyo dijual, hasilnya dibelikan rumah di Sekardangan Sidoarjo. Direncanakan sebagai Rumah Kepala Sekolah SMAK Untung Suropati, Sidoarjo.
Pada tahun 1988, atas bantuan Keuskupan Surabaya dan partisipasi umat telah dapat dibeli sebidang tanah seluas 2200 m2 di Porong, milik Bapak Miadi Hadi Wijono (mantan Pembantu Bupati di Sidoarjo), tanah tersebut oleh Yayasan Pengurus Gereja dan Amal Hati Kudus Yesus Surabaya akan dibangun gedung gereja. Untuk itu dibentuk Panitia Pembangunan Gereja Santo Andreas Porong dengan susunan sebagai berikut:
Pelindung : Mgr. A.J. Dibjo Karjono, Pr
Penasehat I : P.F. Samso Poerwosoemarto
Penasehat II : Richardus Rijanto
Ketua Umum : Romo C. Rekso Soebroto, CM.
Ketua I : Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr.
Ketua II : Y. Idarto Tjitrosundoro
Ketua III : St. Margono
Sekretaris I : F.X. Djumari
Sekretaris II : G. Totot Eko Indarto, SH.
Bendahara I : F.X. Gunawan Tjandra Djaja
Bendahara II : Y. Sapto Andjajani
Seksi – Seksi:
Pembangunan : 1. Ir. E.Y. Hadi Erwanto
2. Ir. Lucia Maria Indriani
Dokumentasi/Publikasi: S.M. Setiawan
Usaha Dana : 1. S.M. Setiawan
2. J.P. Hari Kandou
3. A.Y. Soebekti
4. Drg. Eny Susanti
5. St. Slamet Gunawan
6. Antonius Yanuar
7. M.M. Soeprapti Soedardjatno
Keamanan : 1. Iswadi
2. Leo Multilake
3. Yulius Sudaryoto
Pembantu Umum : 1. A. Frans Sataogai
2. Para Kawil dan Kaling di Stasi Sidoarjo
B.P.K. : F.X.
Gereja dikelola secara serempak bersamaan dan menyeluruh baik bersifat rohaniah gereja maupun bersifat jasmaniah fisik:
1. Gereja dalam arti rohani adalah meningkatkan kedalaman iman dan berani menampakkan diri ditengah-tengah masyarakat sebagai insani Katolik, untuk itu umat banyak diberi bekal dalam penataran antara lain: Rekoleksi, Pendalaman Kitab Suci, mengikuti upacara gerejani (liturgi), Doa Wilayah, dan lain-lain.
Dalam melaksanakan tugas sehari-hari Pastor Stasi Sidoarjo, Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr. dibantu oleh dua orang Suster dan beberapa Frater yang sedang menjalani tugas pastoral:
a. C. Suratmi, dari ALMA – Malang
b. Frater Antony Kalvin, dari Seminari Tinggi Giovanni – Malang
c. Frater Matheus, dari Seminari Tinggi Giovanni – Malang
d. Frater Agus, dari Seminari Tinggi Giovanni – Malang
e. C. Sudiati, dari ALMA
f. Disamping yang tersebut diatas masih ada beberapa Romo Tamu dan para Suster Tamu yang memberi pelayanan liturgi dan rekoleksi / penataran.
Adapun para Frater pada : b,c,d, tersebut diatas, beliau bertiga kini sudah ditahbiskan menjadi Imam dan berkarya di Kalimantan Barat.
Dalam usaha pembekalan hidup menggereja, secara periodik diselenggarakan rekoleksi untuk Para Romo Praja Keuskupan Surabaya, Para Seminaris/Frater-Frater dari Seminari Tinggi Giovanni Malang dan umat Stasi GKPR Sidoarjo, sedangkan kepada seluruh umat ditekankan harus memilki Kitab Suci dan wajib mendalaminya baik sendiri maupun bersama di Wilayah / Lingkungan.
2. Upaya mengembangkan gereja dalam arti jasmaniah adalah meletakkan rentang pandang kedepan akan kebutuhan gereja masa datang atas dasar pertumbuhan dan perkembangan umat Katolik, antara lain:
1) Rehabilitasi bangunan gedung Gereja, penambahan samping utara dan selatan tanpa dinding, sarana Kantor Sekretariat dan lain-lain, beserta halamannya.
2) Dalam rangka Oikumene, umat Kristiani di Komplek Perumahan TNI-AL Tebel Gedangan Sidoarjo dan sekitarnya, baik umat Katolik Wilayah Santo Bartholomeus dan umat Kristen lain melakukan hubungan cukup simpatik.
3) Pada sekitar tahun 1987, atas kebijakan pimpinan TNI-AL Wilayah Timur Surabaya, dibangun gedung Gereja (Gereja Emanuel) diperuntukan bagi mereka secara bersama; peletakan batu pertama Pembangunan Gedung Gereja tersebut dan peresmian penggunaannya dilakukan oleh KSAL Laksamana R. Kasenda dengan disaksikan Pemda beserta Tamu Undangan lainnya.
4) Pada bulan Mei 1989, berkat dukungan dan beberapa umat, secara swadaya, Gereja mampu membeli sebidang tanah terletak di desa Sido Klumpuk Sidoarjo, berlokasi di belakang gereja memanjang ke timur, seluas ± 4.650 m2, milik Bapak Subari.
5) Pada bulan Agustus 1989, dengan bantuan beberapa umat, Gereja kembali mampu membeli dua bidang tanah yang terletak di Desa Sido Klumpuk, Sidoarjo dengan posisi di belakang Kantor Departemen Agama (Depag) memanjang ke arah timur, dengan luas ± 500m2, dan disebelah selatan gereja, dibel4akang rumah penduduk dengan total luas ± 5.850 m2 milik Bapak Sanjoto Sadiman, sehingga pada masa itu gereja memiliki tiga bidang tanah sawah yang terletak di Desa Sido Klumpuk Sidoarjo seluas ± 10.500 m2.
6) Sementara itu dengan perjuangan yang gigih dari Panitia Pembangunan Gereja Santo Andreas Porong bersama Pengurus Dewan Stasi Para Rasul Sidoarjo, maka pada tahun 1989 diterbitkan Surat Ijin Prinsip Nomor: 452/2353/404.06/89, tanggal 27 Nopember 1989, tentang Persetujuan Mendirikan Gereja, oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Sidoarjo – Bapak Sugondo.
7) Pada tahun 1989, demi mempermudah pelayanan dan pengembangan umat, maka Wilayah III – Santo Philipus dipecah menjadi dua, sehingga muncul wilayah baru dengan memakai nama pelindung Santo Gerardus.
Mengingat masa bakti Dewan Stasi teleah selesai, maka dibentuk Dewan Stasi masa bakti untuk tahun 1989 – 1992.
IX. PERIODE TAHUN 1990 – 1995
Panitia Pembangunan Gereja Katolik Santo Andreas Porong, disamping melakukan persiapan-persiapan, mereka mengupayakan untuk mendapatkan Surat Ijin Bangunan dari Pemda Sidoarjo, usaha tersebut berhasil mendapatkannya pada tahun 1991, Nomor: 128, tanggal 8 Agustus 1991, diterbitkan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Sidoarjo – Bapak Sugondo. Dengan lengkapnya surat yang diperlukan, maka pada tanggal 13 Oktober 1991 diadakan upacara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja dan sekaligus Berkat oleh Mgr. Dibjo Karjono, Pr. – Uskup Surabaya, disaksikan Para Tamum Undangan dan Umat Katolik.
Pada tanggal 11 Juli 1992, Gedung Gereja Katolik Santo Andreas Porong diresmikan oleh Bapak Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Sidoarjo yang pelaksanaannya diwakili oleh Sekwilda Kabupaten Sidoarjo – Bapak Soenjoto, SH., dilanjutkan dengan pemberkatan oleh Mgr. A.J. Dibjo Karjono, Pr. – Uskup Surabaya, upacara peresmian tersebut disaksikan oleh Para Undangan dan Umat Katolik. Nama Pelindung Gereja memakai Santo Andreas, dimaksudkan untuk melestarikan nama Pelindung Wilayah yang dipakai sebelumnya.
Pada bulan Agustus 1992, terjadi pergantian Pastor Stasi G.K.P.R. Sidoarjo, Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr. dipindah-tugaskan ke Paroki Ponorogo, dan penggantinya adalah Romo Chr. Katijanarso, CM. Program yang telah dirintis oleh Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr. tetap dilanjutkan oleh Romo Chr. Katijanarso, CM.
Pada bulan Oktober 1992, masa bakti Pengurus Dewan Stasi berakhir, untuk itu dibentuklah pengurus yang baru untuk masa bakti tahun 1992 – 1995, dengan melihat perkembangan umat di Lingkungan Santo Gerardus sangat pesat, maka umat di Lingkungan ini dipecah menjadi dua lingkungan. Lingkungan baru diberi nama Santo Gabriel.
SUSTER dan FRATER:
1. C. Suratmi, dari ALMA Malang
2. C. Sudiati, dari ALMA Malang
3. Frater Poerwadi, dari Seminari Tinggi Giovanni Malang
4. Frater Parnun, dari Seminari Tinggi Giovanni Malang
Kedua Frater tersebut diatas, sekarang telah menjadi Pastor.
Melihat pertumbuhan dan perkembangan jumlah umat Katolik di Sidoarjo yang sangat pesat, maka Romo Chr. Katijanarso, CM. mengusulkan kepada Mgr. Dibjo Karjono, Pr. – Uskup Surabaya, untuk mengangkat beberapa umat untuk menjadi petugas Pembantu Imam, dan permohonan tersebut disetujui dengan diterbitkannya Surat Keputusan Uskup Surabaya Nomor: 358/G.113/VII/92, tanggal 7 Juli 1992 tentang “Pengangkatan Pembantu Imam / Asisten Imam” dengan tugas menerimakan Komuni Suci dan bila perlu melaksanakan upacara Pemakaman, dan petugas yang diangkat adalah :
1. C. Suratmi, ALMA
2. P.F. Samso Poerwosoemarto
3. St. Margono
4. Agustinus Soedarjatno
5. Andreas Soemardjo
6. Stephanus Kutjok Suarso
7. F.X.
Kegiatan gereja secara fisik (rehabilitasi bangunan gedung) bersifat perbaikan lanjutan (finishing), termasuk halaman Parkir sebelah selatan gedung Gereja induk.
Pergantian Pastor Stasi kembali terjadi, Romo
Sementara itu, pimpinan / Ketua Yayasan Wijana Sejati Keuskupan Surabaya juga mengalami pergantian, dari Romo Y.H. Poerwoputranto, Pr. kepada Romo I. Soemarno, Pr. termasuk Yayasan Wijana Sejati Sub Perwakilan Sidoarjo.
Romo Antonius Dwi Joko, Pr. selaku Pastor Stasi, tetap melanjutkan kebijakan pendahulunya. Beliau dibantu dua orang Suster dan seorang Frater yang sedang tugas Pastoral dalam melaksanakan tugas sehari-hari, mereka adalah:
1. C. Suratmi, dari ALMA Malang
2. C. Sudiati, dari ALMA Malang
3. Frater Parnun, dari Seminari Tinggi Giovanni Malang
Pada periode ini, diselenggarakan Rekoleksi bagi Romo-Romo Praja se Keuskupan Surabaya untuk memperoleh masukan-masukan baru.
Mengingat Surat Keputusan Uskup Surabaya No.358/G.113/VII/92, tanggal 7 Juli 1992, tentang “Pengangkatan Pembantu Imam” telah habis masa tugasnya pada tanggal 7 Agustus 1994, maka kembali diusulkan oleh Romo Antonius Dwi Joko, Pr. tentang perpanjangan masa tugas dan pengangkatan kembali para Pembantu Imam / Asisten Imam yang ada ditambah seorang Pembantu Imam, dan usulan tentang pengangkatan kembali Pembantu Imam dikabulkan oleh Uskup Surabaya, dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan No. 307/G.113/IX/94, tanggal 24 September 1994, tetang pengangkatan Pembantu Imam dengan memperoleh temabahan seorang Pembantu Imam dengan demikian untuk Sidoarjo telah mempunyai delapan petugas Pembantu Imam / Asisten Imam, yaitu:
1. C. Suratmi, ALMA
2. P.F. Samso Poerwosoemarto
3. St. Margono
4. Agustinus Soedarjatno
5. Andreas Soemardjo
6. Stephanus Kutjok Suarso
7. Y.B.S. Hadi Widodo
8. F.X.
Dalam proses persiapan perubahan status Stasi menjadi status Paroki, sesuai usul dan permohonan Umat Stasi Sidoarjo yang disampaikan sejak bulan Juli 1988, ternyata ditanggapi oleh Uskup Surabaya. Pada bulan Juli 1993, Uskup Surabaya mengadakan peninjauan ke Stasi Sidoarjo, dengan kesimpulan, Stasi Sidoarjo sudah layak menjadi Paroki, untuk itu diharapkan Umat Stasi Sidoarjo meningkatkan kualitas persiapannya.
Pada tanggal 2 Oktober 1994, Mgr. Johanes Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya mengadakan kunjungan ke Stasi Sidoarjo dan sekaligus memberi petunjuk dan pengarahan, bahwa tahun depan, tepatnya tanggal 25 Maret 1995, status Stas Sidoarjo akan diresmikan menjadi Paroki Sidoarjo.
Atas dasar kebijakan, petunjuk dan pengarahan Uskup tersebut, maka Pastor Stasi dalam waktu relatif singkat mengadakan persiapan dan kegiatan seperlunya, antara lain, mengadakan diskusi panel, seminar, lokakarya dan ditindak-lanjuti dengan Pembentukan Panitia Hari Jadi Gereja Katolik Para Rasul Sidoarjo yang sekaligus meningkatkan status dari Stasi menjadi Paroki.
PANITIA PERSIAPAN PERUBAHAN STATUS STASI MENJADI PAROKI
Ketua : P.F. Samso Poerwosoemarto
Wakil Ketua : A.Y. Soebekti
Sekretaris I : F. Sutarto
Sekretaris II : St. Rulyanto K.
Bendahara I : A.M. Lina Trisnani
Bendahara II : Maria Roosilowati
SEKSI – SEKSI:
Liturgi : 1. Caecilia Suratmi, ALMI
2. M.S. Hasta Widjaja
Acara : 1. Endah Tjahjo Puirwani
2. T.M. Istanto
Perlengkapan : 1. St. Slamet Gunawan
2. Antonius Yanuar
Dekorasi : 1. Y.B. Roni
2. Bambang Soetikno
Dokumentasi : S.M. Setiawan
Usaha Dana : 1. Harry Kandou (koordinator)
2. St. Slamet Gunawan
3. Richardus Riyanto
4. Al. Sumardi
5. Ign. Yoh. Tresno Budiyanto
6. F.X. Siswoto
7. Y. Idarto Tjitrosundoro
8. Hadi Susanto
9. Albina Santika
10. Agnes Siswari
11. dr. Yenny Sukamto
12. dr. Slamet Mursidi
Humas : 1. A. Slamet Mursidi
2. Ignatius Martono
Keamanan : 1. F. Sugeng
2. J. Suwandi
Konsumsi : Margaretha Wuryanti
Pembantu Umum : Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan
Pada hari Rabu, 08 Februari 1995, pukul 18.30 WIB, dalam Misa Kudus dilakukan serah terima jabatan Pastor Stasi Sidoarjo, dari Romo Antonius Padua Dwi Joko, Pr. kepada Romo Justinus Budi Hermanto, Pr. disaksikan oleh Romo Juventus Haryono, CM.- Pastor Paroki Madiun, dn Romo Anton Budianto, CM.- Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Surabaya, serta umat Katolik Stasi Para Rasul Sidoarjo.
Romo Anton Budianto. CM. , dalam kata sambutannya menyatakan walaupun Romo A.P. Dwi Joko, Pr. ditarik kembali ke Paroki Hati Kudus Yesus di Surabaya, namun masih diperbantukan di Stasi Para Rasul Sidoarjo dengan waktu yang akan ditentukan lebih lanjut.
Masa jabatan Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr., selaku Pastor Stasi Para Rasul Sidoarjo, diperkirakan hanya selama ±1,5 bulan dapat dimanfaatkan dengan untuk orientasi lapangan, adaptasi situasi dan kondisi Stasi Para Rasul Sidoarjo dalam rangka persiapan menyongsong peningkatan status Stasi menjadi Paroki.
Pada hari Sabtu, 25 Maret 1995, pukul 16.00 WIB, diadakan upacara seremonial menyambut kedatangan Mgr. Johanes Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya, dilanjutkan Misa Konselebrasi dengan Selebran Utama Mgr. J. Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya. Didalam Misa tersebut dibacakan Surat Keputusan – Surat Keputusan, antara lain:
1. Peresmian Gereja Katolik Stasi Para Rasul, menjadi Paroki Gereja Katolik “Santa Maria Annuntiata” (pada umumnya disebut, Paroki “St. Maria Annuntiata).
2. Pengangkatan Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr., sebagai Pastor Kepala Paroki Santa Maria Annuntiata.
Seusai Misa, dilanjutkan dengan acara ramah tamah, hadir dalam acara tersebut antara lain:
1. Mgr. Yohanes Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya.
2. Mgr. Aloysius Joseph Dibjo Karjono, Pr. – Uskup Emiritus.
3. Romo Anton Budianto, CM. – Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus Surabaya.
4. Romo Yustins Budi Hermanto, Pr. – Pastor Kepala Paroki St. Maria Annuntiata Sidoarjo.
5. Sejumlah Pastor
6. Sejumlah Suster
7. Sejumlah Frater
8. Pengurus Dewan Paroki Hati Kudus Yesus, Surabaya
9. Para Tamu Undangan
10. Umat Paroki Sancta Maria Annuntiata, Sidoarjo
X. PERIODE TAHUN 1995 – 2000
Dengan status sebagai Paroki, maka sejak tanggal 01 Mei 1995, setiap hari ada Misa Pagi, pukul 05.30 WIB.
Untuk sementara waktu, Pengurus Dewan Stasi G.K.P.R. diangkat sebagai Pengurus Dewan Paroki Sancta Maria Annuntiata, hingga terpilihnya Pengurus Dewan Paroki Santa Maria Annuntiata yang baru.
Pada tanggal 27 Agustus 1996, Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr. (lebih dikenal dengan panggiolan Romo Didik) mulai berkarya di Paroki Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo.
Pada hari wajib, sesuai perintah nomor tiga dari Sepuluh Perintah Allah, maupun perintah nomor dua, maka setiap Sabtu, pada pukul 18.00 WIB dan setiap hari Minggu pada pukul 05.30 WIB, 07.00 WIB, 18.00 WIB diadakan Misa Kudus.
Pada tanggal 20 Oktober 1996, terbentuklah Pengurus Dewan Paroki Sancta Maria Annuntiata, masa bakti 1996 – 1999, hasil pilihan Umat secara demokratis (susunan pengurus terlampir).
Dalam periode ini, Pengurus Dewan Paroki telah berusaha men-sertifikat-kan Surat Tanah dari tiga bidang tanah yang dibeli pada tahun 1989 (bulan Mei 1989 dan Agustus 1989) oleh Gereja dengan bantuan dana dari beberapa orang umat, ternyata setelah diukur oleh Badan Pertanahan Sidoarjo; luas tanah bidang pertama seluas 3.185 m2, sedangkan luas tanah bidang kedua adalah seluas 1.080 m2, dan luas bidang ketiga adalah seluas 3.500 m2. Jadi total ketiga bidang tanah sawah yang dimiliki Gereja setelah diukur adalah seluas 7.765 m2 dan masing-masing telah bersertifikat.
Tindak lanjut dari kepemilikan tanah tersebut, saat ini Gereja sedang melakukan negosiasi dengan PT. Avilla Prima untuk dapat menukar ketiga tanah yang lokasinya berpencar tersebut, agar dapat menjadi satu dibelakang Bangunan Gereja Katolik Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo. Dari Pemilik dan Pimpinan PT. Avilla Prima – Bapak Sutjianto, telah memberikan lampu hijau kepada Gereja, hanya masih ada beberapa permasalahan yang masih harus diselesaikan oleh PT. Avilla Prima, sehingga proses menukar tersebut belum dapat terlaksana.
Pada bulan Oktober 1997, dimulai rehabilitasi gedung Gereja Paroki Santa Maria Annuntiata Sidoarjo.
Dalam periode ini, Paroki Santa Maria Annuntiata Sidoarjo, juga memperoleh bantuan dari beberapa Umat sehingga mampu :
1. Membeli sebuah bangunan rumah di Jalan W. Munginsidi 17, Sidoarjo, yang akan digunakan sebagai Wisma Pastoran yang diresmikan penggunaannya sekaligus dilakukan pemberkatan oleh Mgr. Yohanes Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya, pada tanggal 25 Maret 2000.
2. Dalam rangka memenuhi kebutuhan sarana tempat ibadat umat di Perumahan Pondok Jati dan sekitarnya, atas kemurahan dan kerelaan dari PT. Panca Teja Sentana, Gereja diijinkan menggunakan tanah di Blok CK seluas 1.376 m2, untuk dibangun gedung Gereja, asal sesuai dengan prosedur / ketentuan yang berlaku. Hingga tulisan ini dibuat (25 Maret 2005), Panitia Pembangunannya masih dalam proses upaya pendekatan kepada pemerintah dan masyarakat sekitarnya.
Medio 1997, Paroki kita menerima Para Frater dari CM (Konggregasi Misi) Malang sejumlah 50 orang yang disebar ke Wilayah dan Lingkungan untuk melaksanakan “Tim Misi Umat Vinsensian” selama satu bulan untuk Tahap Pertama. Program ini berjalan selama tiga tahun, dengan Misi menggali potensi dan hambatan yang ada di tengah-tengah umat. Hasil misi ini akan dijadikan bahan masukan Pengurus Dewan Paroki untuk menyusun Visi dan Misi Gereja Santa Maria Annuntiata Sidoarjo.
Pada tanggal 04 April 1999, pada Hari Raya Paskah, telah menerima Sakramen Baptis sebanyak 99 orang (warga Katolik baru), hal tersebut merupakan catatan atau rekor tertinggi sejak keberadaan Gereja Katolik di Sidoarjo.
Pada tanggal 05 Mei 1999, tanah kosong diantara gedung gereja dan rencana Wisma Pastoran dapat dimiliki oleh Gereja, sementara ini difungsikan sebagai tempat parkir kendaraan umat.
Selama menjalankan tugas jabatannya, Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr. dibantu oleh:
1. Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr.
2. C. Suratmi, ALMA
3. C. Sudiati, ALMA
4. Frater Gregorius Sutiyo Andrei Cahyono (tugas pastoral)
5. Frater Aloysius Dwi Budi Handono (tugas pastoral)
6. Frater Dominikus Defrianto (tugas pastoral)
7. Asisten Imam sebanyak 22 (dua puluh dua) orang
Pada hari Rabu, 29 September 1999 dilakukan serah terima jabatan Pastor Kepala Paroki, dari Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr. kepada Romo A.P. Dwi Joko, Pr.
Sebenarnya masa bakti Pengurus Dewan Paroki selesai per tanggal 29 Oktober 1999, mengingat Pastor Kepala Paroki, baru saja menjabat, maka perlu melakukan orientasi terlebih dahulu, sekaligus menugaskan Dewan Paroki:
1. Membentuk Tim untuk merumuskan Visi dan Misi Umat Paroki untuk masa 3 (tiga) tahun ke depan, dengan hasil sebagai berikut:
Visi :
“Umat Allah yang taqwa, guyub, peka terhadap perkembangan, peduli atas penderitaan, dan ketidakadilan yang dialami sesama.”
Misi :
“Meningkatkan pengetahuan iman kristiani, dan mengamalkannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam masyarakat”
Bidang Garapan :
1) Liturgi yang menyemangati kehidupan umat
2) Paguyuban Umat
3) Pewartaan yang membebaskan
4) Kesaksian yang menghidupkan
5) Pelayanan kedalam dan keluar
2. Menyelesaikan rehabilitasi Wisma Pastoran.
3. Menyiapkan umat yang akan menerima Sakramen Krisma (penguatan).
4. Mempersiapkan Calon Pengurus Dewan Paroki baru yang dipandang mampu melaksanakan Visi dan Misi Umat Paroki sesuai dengan pilihan umat.
5. Mempersiapkan Asisten Imam baru, untuk membantu tugas Pastor Paroki, mengingat jumlah umat yang terus berkembang.
Maka dengan petunjuk dan restu Uskup Surabaya, masa bakti Pengurus Dewan Paroki diperpanjang sampai 25 Maret 2000.
Tata laksana Pemilihan Pengurus Dewan Paroki dan Asisten Imam kali ini, dipandang lebih demokratis, karena umat dilibatkan secara langsung dengan cara sebagai berikut:
LANGKAH PERTAMA
Kepada umat dijelaskan kriteria calon berdasarkan bacaan Kitab Suci, yaitu:
1. Untuk Calon Pengurus diambilkan dari Surat Rasul Paulus yang Pertama kepada Timotius 3:1-7.
2. Untuk Calon Asisten Imam diambilkan dari Surat Rasul Paulus yang Pertama kepada Timotius 3:8-13.
3. Pada umat dijelaskan juga bahwa, hasil pemilihan tersebut tidak mutlak harus diterima, mengingat para Calon masih perlu diseleksi lagi oleh Pastor Kepala Paroki bersama Tim Pemilihan, dan meminta informasi dari para sesepuh serta pemuka umat yang mengetahui tentang hidup iman, serta kehidupan sehari-hari dari para Calon dan keluarganya.
LANGKAH KEDUA
1. Untuk Calon Pengurus, umat mengisi angket yang dibagikan melalui Ketua Lingkungan masing-masing. Umat dapat memilih 3 (tiga) orang calon dengan ketentuan; Umat dapat BEBAS MEMILIH para calon tersebut, siapa saja, darimana saja, dan tidak terbatas pada Wilayah atau Lingkungannya saja, yang penting calon tersebut se Paroki, dan calon harus sudah bertempat tinggal lebih dari 2 (dua) tahun di Paroki.
2. untuk Calon Asisten Imam, umat mengisi angket yang dibagikan melalui Ketua Lingkungan masing-masing. Umat dapat memilih 3 (tiga) orang calon dengan ketentuan; Umat HANYA BOLEH MEMILIH para calon tersebut, terbatas pada Wilayah dan Lingkungannya saja, sehingga para calon nantinya dapat mendampingi umat di Lingkungan dan Wilayahnya, dan calon harus sudah bertempat tinggal lebih dari 2 (dua) tahun di Lingkungan / Wilayahnya.
LANGKAH KETIGA:
Setelah merekapitulasi seluruh suara yang masuk, dipilih mereka yang dipandang layak, dengan mempertimbangkan masukan dari para sesepuh maupun para pemuka umat, dengan minimal suara yang ditentukan oleh Pastor Kepala Paroki.
LANGKAH KEEMPAT:
1. Untuk calon Pengurus, setelah ditetapkan 14 (empat belas) orang nominator, data tersebut dikembalikan lagi kepada umat, dalam bentuk angket kedua, agar umat memilih kembali 1 (satu) diantara 14 (empat belas) orang nominator tersebut, dan pada tanggal yang ditentukan, umat dapat memasukkan pilihannya, langsung ke kotak yang telah disiapkan di Gereja.
2. Untuk Calon Asisten Imam, setelah dianggap layak, dilakukan pendampingan dan pembinaan untuk mempersiapkannya.
3. Untuk Para calon Pengurus dari angket yang masuk, diketahui peringkat perolehan suara calon. Dari hasil tersebut, Pastor Kepala Paroki mempertimbangkan dan menetapkan Ketua terpilih.
4. Selanjutnya Pastor Kepala Paroki bersama Ketua terpilih, menyusun Pengurus Lengkap sesuai kebutuhan pelayanan.
Pada hari Sabtu, 25 maret 2000, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-5 (Lustrum I) Paroki Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo keberadaan gereja Katolik di Sidoarjo, disemarakkan dengan berbagai kegiatan, antara lain:
· Pemberkatan dan peresmian Wisma Pastoran.
· Misa Kudus Kabar Suka Cita
· Penerimaan Sakramen Krisma (penguatan) untuk 192 orang
· Pengukuhan Pengurus Dewan Paroki Santa Maria Annuntiata, masa bakti 2000 – 2003.
· Pelantikan 29 orang Asisten Imam
· Ramah Tamah
XI. PERIODE TAHUN 2000 – 2003
1. Pada tanggal 29 September 1999, pukul 18:00, kembali Pastor Paroki kita mengalami pergantian. Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr. ditugaskan sebagai Pastor Kepala Paroki Aloysius Gonzaga Surabaya, dan penggantinya adalah Romo Antonius Padua Dwi Joko, Pr. Serah terima disaksikan oleh Romo Gozal, Pr. – mewakili Bapa Uskup Surabaya.
2. Pada hari Sabtu tanggal 06 Mei 2000 terjadi pergantian lagi, Romo Antonius Padua Dwi Joko, Pr. menjalani Tugas Belajar Hukum Gereja di Roma – Italia, sebagai gantinya Pastor Kepala Paroki, Uskup Surabaya menunjuk Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr. Serah terima jabatan Pastor Kepala Paroki Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo dilaksanakan di Griya Samadhi Vincentius, Prigen, dan dihadiri oleh Mgr. J. Hadiwikarta, Pr. – Uskup Surabaya.
3. Masa jabatan Romo A.P. Dwi Joko, Pr. (mungkin) paling singkat, namun karya beliau mampu memberikan warna bagi Paroki Sidoarjo, khususnya persiapan bagi Pengurus Dewan Paroki masa bakti 2000 – 2003.
Berkat kerja keras Dewan Paroki periode sebelumnya yang mempersiapkan bekal bagi Pengurus Dewan Paroki pada periode ini dengan program yang jelas dan terarah, yaitu berupa: Visi dan Misi, dengan harapan dapat mengantisipasi perkembangan dan pertumbuhan gereja Katolik Masa Depan, khususnya di Paroki Sidoarjo.
4. Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr. yang juga sebagai Romo Mahasiswa, dalam karyanya selalu berpijak pada Visi dan Misi yang telah dicanangkan. Kedekatan dengan umat menjadi prioritas, hal ini nampak dengan dilaksanakannya kunjungan periodik yang dikenal “Safari Kunjungan Dewan Paroki”. Satu diantaranya, hasil safari kunjungan tersebut adalah mampu dihimpunnya aset gereja dari umat secara langsung sesuai kemampuannya berupa “Bangku Gereja” yang sekarang dapat kita nikmati.
Pendampingan kepada Mudika juga dilakukan, sehingga memberikan kegairahan berkarya dikalangan anak muda paroki, terutama dilibatkannya Mudika dengan membangun jaringan komunikasi dan berkarya bersama dengan kelompok lintas agama (IPNU, IPPNU, PMII dan yang lain).
Hubungan dengan masyarakat dilaksanakan dengan intens, khususnya Para Tokoh Masyarakat dan Lintas Agama, dalam rangka menggalang persatuan dan kesatuan di kalangan sosial masyarakat di Sidoarjo.
Semasa bertugas di Paroki Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo, Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr. dibantu oleh:
1) C. Suratmi, ALMA
2) Frater Nonod, Pr., dari Seminari Tinggi Santo Giovanni Malang
3) Frater Widodo, Pr. – sekarang menjadi Pastor di Paroki Ngawi
5. Sesuai Surat keputusan Uskup Surabaya No.: 345/G.113/VIII/2001, tertanggal 15 Agustus 2001, tentang pengangkatan Illidius Yosef Sumarno, Pr. sebagai Pastor Kepala Paroki dan Ketua Perhimpunan Pengurus Gereja dan Amal Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo, maka terhitung sejak tanggal 15 September 2001 beliau menggantikan tugas Pastor sebelumnya, yaitu: Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr.
6. Pada tanggal 15 September 2002, Romo I.Y. Sumarno, Pr. ditugaskan sebagai Pastor Paroki di Blitar, dan jabatan Pastor Paroki dan Ketua Pengurus Badan Gereja Katolik Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo, selanjutnya dijabat oleh Romo C.B. Senti Fernandez, Pr. sesuai Surat Keputusan Uskup Surabaya No.389/H 202/VIII/2002, hingga saat tulisan ini disusun (25 Maret 2005).
Kebersamaan antara Pengurus Dewan Paroki periode ini dengan Romo C.B. Senti Fernandez, Pr. hanya tersisa 6 (enam) bulan. Tidak banyak yang bisa diperbuat, kecuali rutinitas pelayanan kepada umat, melanjutkan tradisi “Safari Kunjungan Dewan Paroki” ke Wilayah-wilayah (17 Nopember 2002 s/d 02 Desember 2002), membantu Romo mempersiapkan dan membentuk Pengurus Dewan Paroki yang baru untuk periode berikutnya.
Prestasi Nasional pernah dibuat ketika Romo C.B. Senti Fernandez, Pr. menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Sancta Maria Annuntiata Sidoarjo, yaitu melalui Karya Fenomenal Mudika dalam rangka perayaan Natal tahun 2002, dengan membuat “Gua Natal” terbesar di Indonesia, prestasi ini dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) pimpinan Bapak Jaya Suprana. “Prestasi ini tidak hanya membanggakan Umat Katolik Sidoarjo, tapi menjadi kebanggaan seluruh rakayat Sidoarjo”, demikian petikan sambutan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Sidoarjo – Bapak Win Hendrarso, yang turut hadir dalam pengukuran yang dilakukan MURI.
Selain sebagai Pastor Kepala Paroki, Romo C.B. Senti Fernandez, Pr., beliau juga menjabat sebagai Pastor Vikep Regio I, dengan segala kesibukannya, beliau masih bisa memberikan pelayanan kepada umat dengan baik, terutama dalam proses pergantian Pengurus Dewan Paroki yang telah berakhir masa baktinya.
XII. PERIODE TAHUN 2003 – 2006
Pada periode ini (hingga tulisan ini disusun, 25 Maret 2005), jabatan sebagai Pastor Kepala Paroki masih dijabat Romo C.B. Senti Fernandez, Pr.
Sejak tanggal 1 Oktober 2003, Paroki kita memperoleh tambahan Pastor baru, yaitu: Romo Carolus Jande, Pr. Selain sebagai Pastor Paroki, beliau adalah Kepala Yayasan Wijana Sejati, dan keberadaannya sekaligus bertugas melakukan pembenahan Yayasan Pendidikan, beliau juga menjabat sebagai Kepala Yayasan Pendidikan Katolik Pusat di Jakarta. Misa syukur memperingati tahbisan Imamat Romo Carolus Jande, Pr. Yang ke-XIII dilakukan pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2004.
Dalam berkarya beliau berdua dibantu oleh :
1. C. Suratmi, ALMA
2. Frater Skolastikus Agus Wibowo, Pr.
3. Dan 29 (dua puluh sembilan) orang Asisten Imam
Lustrum Ke-II atau Hari Ulang Tahun Ke-X Paroki Santa Maria Annuntiata yang jatuh tanggal 25 Maret 2005, dirayakan pada hari Sabtu, 09 April 2005 dengan serangkaian acara sbb:
· Lomba-lomba selama ± satu bulan
· Pemberkatan Gua Maria oleh Administrator Keuskupan Surabaya – Romo Julius Hariyanto, CM
· Sakramen Krisma sebanyak 194 orang
· Sebagai puncak acara diselenggarakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan lakon “Parikesit Winisudho” yang awaalan “Karno Tanding, Sengkuni Tewas, Duryodono Lampus”, dengan Dalang Romo Yustinus Slamet Riyadi, O Carm dan Sinden Nyi Elizabeth dari Amerika.
C. CATATAN KHUSUS
- Pastor Perintis Gereja Katolik di Sidoarjo Tahun 1971 – 1980
1) Romo P. Bonekam, CM.
2) Romo H. Niesen, CM.
3) Romo Louis Pandu, CM
4) Romo St. Massen, CM
5) Romo Lucas Soewondo, CM
6) Romo B. Martokoesoemo, CM
7) Romo T. Karyono Saptonugroho, CM
Romo J. Reintjes, CM
- Stasi Sidoarjo, periode: 25 Maret 1980 sampai dengan 25 Maret 1995, menggunakan nama Pelindung “PARA RASUL”.
- Pastor Yang Pernah Bertugas semasa berstatus Stasi “Para Rasul”
1) Romo T. Karjono Saptonugroho, CM.
2) Romo F.X. Dumo Purnomo, Pr.
3) Romo
4) Romo Antonius Padua Dwi Joko, Pr.
5) Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr.
- Pastor Yang Pernah Bertugas semasa Paroki “Sancta Maria Annuntiata”
1) Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr.
2) Romo Antonius Padua Dwi Joko, Pr.
3) Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr.
4) Romo Iridium Soemarno, Pr.
5) Romo C. Benediktus Senti Fernandes, Pr.
- Biarawati Yang Pernah Bertugas semasa Stasi / Paroki Sidoarjo
1) Suster dari ordo Abdi Dalem, Semarang – Jawa Tengah (1973-1974)
2) C. Suratmi dari Institut Sekulir ALMA, Malang (20 April 1976 hingga sekarang)
3) Suster E. Irma dari ordo Putri Kasih, Surabaya, dalam rangka Pendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) selama satu tahun.
4) C. Sudiyati, dari Institut Sekulir ALMA, Malang (20 Januari 1992 – 4 Januari 1996).
- Panggilan Imam / Biara – Putera Puteri Stasi / Paroki Sidoarjo
1) Martinus Damar Cahyadi, ditahbiskan sebagai Imam / Romo, pada tanggal 08 September 1998.
2) Biarawan / Biarawati belum ada.
D. KESIMPULAN
Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan kemajuan yang ada di daerah Sidoarjo dan sekitarnya, maka dampaknya akan mempengaruhi juga atas perkembangan dan pertumbuhan umat di Gereja Katolik di Sidoarjo. Untuk itu, seluruh umat diminta partisipasinya secara aktif baik kegiatan di dalam maupun kegiatan ke luar, khususnya sosial kemasyarakatan / hubungan lintas agama, yang selama ini telah dirintis dan telah terjalin hubungan yang sangat harmonis, maka hal tersebut perlu dijaga dan dikembangkan terus hingga di tingkat masyarakat bawah.
E. PENUTUP
Keberadaan Gereja Katolik di Sidoarjo tidak luput dari faktor-faktor hambatan yang mempengaruhinya, akan tetapi fakta menunjukkan bahwa Gereja Katolik di Sidoarjo tetap ada, tumbuh dan berkembang sesuai zamannya.
Memasuki usainya yang ke sepuluh sebagai Paroki “Santa Maria Annuntiata” pada tanggal 25 Maret 2005, sangat diharapkan partisipasi seluruh umat untuk ikut serta bahu-membahu memelihara, membina dan membangun gereja di segala bidang karya sesuai dengan talenta yang dimilikinya.
Catatan sejarah ini masih jauh dari sempurna, karena waktu yang kurang memadai (diyakini) banyak kekurangan disana-sini, maka demi kebenaran sejarah, perlu koreksi dan pembenahan. Untuk itu, kami (Tim Penyusunan) mengharapkan Dewan Paroki agar membentuk Tim Khusus Penyusunan dan Penulisan Sejarah Gereja yang lebih lengkap dan benar.
F. LAMPIRAN – 1
SUSUNAN PENGURUS
DEWAN STASI “PARA RASUL”
dan
DEWAN PAROKI “SANTA MARIA ANNUNTIATA”
DEWAN STASI PERTAMA (1960 – 1965)
Ketua : P.F. Samso Poerwosoemarto
Sekretaris : Mth. Sri Widijati Samso
Seksi Sosial/Kematian : Nona Ismilah – Guru SMPK
Seksi Katekese : P.F. Samso Poerwosoemarto &
Guru-guru SMPK
Legio Maria : Ny. Parijs – Surabaya
Wanita Katolik (WK) : MTh. Sri Widijati Samso
Partai Katolik (PKR) : RPS. Djoko Mursandi – KaSek. SMPK
DEWAN STASI “PARA RASUL” PERIODE 1975-1980
Pelindung : Romo A.J. Dibjokarjono, Pr. selaku
Pastor Kepala Paroki Hati Kudus Yesus
Mediator : Romo T. Karjono Saptonugroho, CM.
Selaku Pastor Stasi Sidoarjo.
Ketua : P.F. Samso Poerwosoemarto
Wakil Ketua : Ignatius Martono
Sekretaris I : W.R. Pronk
Sekretaris II : A.R. Soesanto
Bendahara I : Drg. Swatnawati Tjandra
Bendahara II : R.J. Moerdjono Siswohardjono
Seksi Liturgi : Sr. C. Suratmi, ALMA
Seksi Muda-Mudi : 1. Maria Murtiati
2. Richardus Riyanto
Seksi Wanita : 1. Angeline Maria Lina Trisnani
2. Margaretha Wuryati Riyanto
Seksi PPKS : 1. B.C. Kuslan
2. F.X. Soegiarto
Seksi Sosial : 1. M.Th. Sri Widijati Samso
2. Aurelia Suparni Bendowati Sarwono
Seksi Pendidikan : Drs. J.A. Riswanto
Kring (Lingkungan) beserta Pengurusnya:
KRING – A
Daerah pelayanan meliputi:
Batas Utara : Bagian selatan Jl. KBP M. Doeriyat
Batas Selatan : Sebelah utara Kecamatan Tanggulangin
Batas Barat : Bagian timur Jl. A.Yani – Bagian timur
Jl. Gajahmada – Bag. timur Jl. Mojopahit
Dan Bagian timur Jl. Raya Candi
Batas Timur : Pesisir Pantai
(termasuk dalam Kring ini adalah Karanggayam, Pucang Anom, Jasem, Celep, Larangan, dan Kedung Peluk)
Susunan Pengurus Kring :
Ketua : F.X.
Wakil Ketua : Theresia Sonya
Sekretaris : Oda Fransisca Marianita Haryono
Bendahara : A.R. Suhud Hadi
Pemb. Umum : Paulus Kutomiharso
KRING – B
Daerah pelayanan meliputi:
Batas Utara : Perbatasan Buduran
Batas Selatan : Bagian Utara Jl. Sidoarjo-Krian –
Bagian Utara Jl. Krian – Bagian Utara
Jl. Pahlawan – Babar Layar – Bagian
Utara Jl. M.H. Thamrin belok ke Timur –
Bagian Barat Jl. A.Yani belok ke Timur –
Bagian Utara Jl. KBP M.Doerijat ke –
Timur sampai ke Jl. Munginsidi
Batas Barat : Desa Wonoayu
Batas Timur : PesisirPantai
(termasuk dalam Kring ini adalah daerah: Pagerwojo, Cemeng, Kemiri, dan Bluru)
Susunan Pengurus:
Ketua : Richardus Riyanto
Wakil Ketua : Y.A. Riswanto
Sekretaris : A. Joko Marsudi
Bendahara : Angeline Maria Lina Trisnani Gunawan
KRING – C
Daerah pelayanan meliputi:
Batas Utara : Bagian Selatan Jl. Sidoarjo-Krian – Bagian
Selatan Jl. Krian – Bagian Selatan Jl. Pahlawan –
Bag. Selatan Babar Layar – Bagian Selatan Jalan
M.H. Thamrin.
Batas Selatan : Sebelah Utara Sungai Tanggulangin
Batas Barat : Wonoayu, perbatasan Kec. Tulangan
Batas Timur : Bagian Barat Jl. Gajahmada – Bag. Barat
Jl. Mojopahit – Bag. Barat Jl. Raya Candi
Susunan Pengurus:
Ketua : H.Y. Soenarto
Wakil Ketua : F.X. Sarosa
Sekretaris : Antonius Yanuar
Bendahara : Joyce Yustina Anggraeni Hari Kandou
KRING – D
Daerah pelayanan meliputi:
Batas Utara : Sebelah selatan Sungai Gedangan
Batas Selatan : Perbatasan Buduran
Batas Barat : Batas Barat Kecamatan Sukodono
Batas Timur : Sawohan
(termasuk dalam Kring ini adalah daerah Anggaswangi, Ental Sewu, Sidokerto, Sukorejo, Sidokepung, Buduran, Prasung, Wadungasih, Binangun Indah, Sawon, Bedrek, Siwalan Panji)
Susunan Pengurus:
Ketua : F.X. Ngadiman
Wakil Ketua : Antonius Tuwuh Budiono
Sekretaris : M. Sugiman
Bendahara : Aemiliana Sri Hartatik Martono
KRING – E
Daerah pelayanan meliputi:
Kecamatan Gedangan, Kecamatan Waru, dan Daerah Sekitarnya.
Susunan Pengurus:
Pelindung : J.D. Soegiharto
Ketua : Sutrisno
Wakil Ketua : A.V. Sumardi
Sekretaris : Sutarno
Bendahara : A. Soemarjo
KRING – F
Daerah pelayanan meliputi:
Kecamatan Porong, Kecamatan Tanggulangin, dan Daerah Sekitarnya.
Susunan Pengurus:
Ketua : A. Soedarjatno
Wakil Ketua : F.X. Soegeng Prajoga
Sekretaris : F.X. Djumari
Bendahara : Elisabeth Ekawati Anggraeni
KRING – G
Daerah pelayanan meliputi:
PG. Tulangan, Kecamatan Tulangan, dan Daerah Sekitarnya.
Susunan Pengurus:
Ketua : Th. Wahyujati
KRING – H
Daerah pelayanan meliputi:
PG. Krembung, Kecamatan Krembung, dan Daerah Sekitarnya.
Susunan Pengurus:
Ketua : A. Sumartono, Bsc.
DEWAN STASI “PARA RASUL” PERIODE 1986 – 1989
Ketua Umum : Romo Stasi Gereja Katolik Para Rasul, Sidoarjo
Penasehat : P.F. Samso Poerwosoemarto
Ketua I : Richardus Riyanto
Ketua II : A. Slamet Mursidi
Sekretaris I : F.X.
Sekretaris II : A.S. Sarbai
Sekretaris III : Ignatius Martono
Bendahara I : Y. Idarto Tjitrosundoro
Bendahara II : St. Slamet Gunawan
B.P.K. : 1. St. Sarwono
2. A. Samyo
Seksi – Seksi:
Liturgi : 1. Y. Hendro Kuntjoro
2. Andy Subroto
- Subsi Misdinar : F.A. Gunawan
- Subsi Koor : 1. A. Suroso
2. A. Frans Satogai
Katekese : 1. C. Suratmi, ALMA
2. Yohana Listiani
- Subsi KDKS : R. Rudiyanto
Mudika : Ignatius Suharyanto
R.T.P. : 1. Margaretha Wuryati Riyanto
2. Elisabeth Ekawati Anggraeni
3. Ibu F.X. Sarosa
4. Ibu F. Ary Suwandi
5. Maria Margaretha Soeprapti
Sosial : 1. S. Sutopo
2. Hernowo
3. M.Th. Sri Widijati Samso
4. Aurelia Suparni bendowati Sarwono
P.K.K.S. : 1. P.Y. Soeharyono
2. A. Slamet Mursidi
3. F.X. Soegiarto
4. Ignatius Martono
Komsos & Dokumentasi : 1. T.M. Istanto
2. Jhonky Aliman
Perlengkapan : 1. A.M. Wiyono
2. Alexander Kaderi
Pembangunan : Lucia Maria Indriani
WILAYAH dan LINGKUNGAN:
I. Wilayah SANTO ANDREAS
Ketua : St. Margono
Wakil Ketua : P. Prastowo
Sekretaris : F.X. Djumari
Bendahara : T. Gunawan Tjandradjaja
Seksi Liturgi : Maria Margaretha Soeprapti
Seksi Katekese : Ign. Soekardi
Seksi Sosial : E.Y. Hadi Erwanto
Seksi Mudika : G. Totot Eko Indarto
Mengkoordinasi Lingkungan-lingkungan:
1) Santo ALOYSIUS : F.X. Djumari
2) Santo BERNADUS : A. Frans Satogai
3) Santa Cicilia : P. Prastowo
4) Santo DAMIANUS : A.R. Susanto, Bsc.
II. Wilayah SANTO TADEUS
Ketua : Antonius Yanuar
Wakil Ketua : Aloysius Maryono
Sekretaris : Ibu E. Lahiyanto
Bendahara : Joyce Yustina Anggraeni Hari Kandou
Seksi Liturgi : Agatha Atanasia Sumarni Riswanto
Seksi Katekese : A. Yudi Suryadi
Seksi Sosial : Joyce Yustina Anggraeni Hari Kandou
Seksi Mudika : Vitalis Miatur
Mengkoordinasi Lingkungan-Lingkungan:
1) Santa ELIZABETH : F.X. Siswoto
2) Santo FRANSISKUS XAVERIUS : F. Ridharmanto
3) Santo Gregorius Agung : Y.A. Riswanto
4) Santo Hieronimus : Angeline Maria Lina Trisnani
III. Wilayah SANTO PHILIPUS
Ketua : C.Y. Soepardi
Wakil Ketua : J. Novianto
Sekretaris : E. Suparto
Bendahara : P. Bambang Suharyanto
Seksi Liturgi : Erwin Suparwoto
Seksi Katekese : F. Ary Suwandi
Seksi Sosial : A. Herryanto
Seksi Mudika : Maria Goretti
Mengkoordinasi Lingkungan-Lingkungan :
1) Santo IGNATIUS : F.X. Sutono
2) Santo YOH PEMANDI : F. Ary Suwardi
3) Santa Katarina : A.M. Wiyono
4) Santa LAURENTIUS : S. Sutopo
5) Santa MARIA : Acs. Agus Suratidjan
6) Santo NICOLAUS : Ign. Sunarto
IV. Wilayah SANTO BARTHOLOMEUS
Ketua : St. Kutjok Suarso
Wakil Ketua : F.X. H. Kasimun
Sekretaris : F. Sutarto
Bendahara : A.V. Sumardi
Seksi Liturgi : R.A. Ngateman
Seksi Sosial : A.M. Ameliana Sri Hartatik
Seksi Mudika : Alexander Rene
Mengkoordinasi Lingkungan-Lingkungan:
1) Santa ODA : Y.A. Giman
2) Santo PAULUS : F.X. Ngadiman
3) Santo QUIRINUS : A. Sumardjo
4) Santo RICHARDUS : Markus Suharyono
DEWAN STASI “PARA RASUL” PERIODE 1989-1992
Ketua Umum : Pastor Stasi G.K.P.R. Sidoarjo
Penasehat : P.F. Samso Poerwoseomarto
Ketua I : F.X. Siswoto
Ketua II : St. Kutjok Suarso
Ketua III : St. Margono
Sekretaris I : Nicolaus Ngesu
Sekretaris II : BS TQ Magawati Widjaja
Bendahara I : J. Harry Kandou
Bendahara II : A.M. Lina Trinani Gunawan
Tata Usaha : Aloysius Purnomo
SEKSI BIDANG I:
Liturgi : C. Suratmi, ALMA
Subsi Misdinar : 1. Yohanes Aryoko
2. St. Setiono
Subsi Koor : 1. A. Suroso
2. A. Frans Satogai
Subsi Organis : A.M. Djarot Waluyo
Katekese : 1. A. Purnomo
2. C. Suratmi, ALMA
Pendalaman Kitab Suci : M.S. Hasta Widjaja
- Subsi KDKS : R. Rudyanto
- Subsi Umat : 1. Maria Margaretha Soeprapti
2. F.X. Soegiarto
Mudika : G. Budi Catur Yanto
SEKSI BIDANG II:
Rumah Tangga Pastoran : 1. Veronica Giuliani
2. dr. Regina Wibawa
3. Margaretha Wuryati
4. Aemelia Sri Hartatik Martono
5. Angela Marici Mawarti
Sosial : Maria Roosilawati Wibowo
- Subsi Anak Asuh : Agnes Yulia Soepii
- Subsi Kematian : 1. A.Y. Sumardjo
2. Ignatius Martono
P.P.P.G. : 1. Ir. Bambang Susilo
2. Ir. L.M. Indriani
SEKSI BIDANG III
Kerawam : A. Suradi
Komsos : A. Slamet Mursidi
- Subsi Dokumentasi : S.M. Setiawan
- Subsi Publikasi : 1. J. Sentot
2. F.X. Slamet
WILAYAH dan LINGKUNGAN:
1. Wilayah Santo ANDREAS : A.Y. Soebekti
Lingk. Santo Aloysius : G. Totot Eko Indarto, SH.
Lingk. Santo Bernadus : J. Sapto Andjajani
Lingk. Cicilia : T.A. Soemarno
Lingk. Damianus : Otto M. Chreuse
2. Wilayah Santo TADEUS : Drs. Y.A. Riswanto
Lingk. Santa Elizabeth : T.M. Istanto
Lingk. Santo Frans Xaverius : A. Maryono
Lingk. Santo Gerardus : Ignatius Musidi
Lingk. Santo Gregorius Agung : Martinus Suradjiono
Lingk. Santo Hieronimus : Aloysius Joko Putranto
3. Wilayah Santo PHILIPUS : A.M. Wijono
Lingk. Santo Ignatius : F. Sutono
Lingk. Santo Yoh. Pemandi : F. Ary Soewardi
Lingk. Santa Katarina : St. Hadi Wiyanto
4. Wilayah Santo Bartholomeus : F. Sutarto
Lingk. Santa Oda : Januarius Suwandi
Lingk. Santo Paulus : Ign. L. Sarmoen
Lingk. Santo Quirinus : Yohanes Fransiscus Bambang Winarto
Lingk. Santo Richardus : Markus Suharsono
5. Wilayah Santo PETRUS : I.J. Soenarto
Lingk. Santa Laurentius : Yustina Triyonowati
Lingk. Santa Maria : Johanes Marjono
Lingk. Santo Nicolaus : C.Y. Supardi
DEWAN STASI “PARA RASUL” PERIODE 1992 – 1995:
Ketua Umum : Pastor Stasi G.K.P.R. Sidoarjo
Penasehat : 1. P.F. Samso Poerwosoemarto
2. Stefanus Margono
Ketua I : A.Y. Soebekti
Ketua II : Richardus Riyanto
Ketua III : F.X.
Sekretaris I : T.M. Istanto
Sekretaris II : M. Suprindah Santi
Bendahara I : J. Harry Kandou
Bendahara II : M.F. Lena Setyawati
B.P.K. : 1. St. Sarwono
2. F.X. Siswoto
Tata Usaha : Nicolaus Ngesu
SEKSI BIDANG I:
Liturgi : C. Suratmi, ALMA
- Subsi Misdinar : F.X. Ngadiman
- Subsi Koor : A. Suroso
- Subsi Organis : A. Suroso
- Subsi Kolektan : St. Kutjok Suarso
- Subsi Lektor : F. Sutarto
Katekese : C. Suratmi, ALMA
Pendalaman Kitab Suci : M.S. Hasta Widjaja
Mudika : 1. J.P. Eko Suhartono
2. F.X. Eko Dwi Bandono
SEKSI BIDANG II:
Sensus / Inventaris : 1. J. Suwandi
2. Y.A. Giman
Rumah Tangga Pastoran : 1. Margaretha Wuryati
2. E. Elyaningsih
Sosial : St. Kutjok Suarso
- Subsi Anak Asuh : AN Soepii
- Subsi Dana Sehat : St. Rullyanto K.
- Subsi Donor Darah : Antonius Yanuar
- Subsi Kematian : 1. A. Suradi
2. A. Slamet Mursidi
3. F.X. Soegiarto
4. Ignatius Martono
Harwat : 1. St. Slamet Gunawan
2. F.X. Joko Gunawan
SEKSI BIDANG III:
Kerawam : 1. A. Slamet Mursidi
2. A. Suradi
Komsos : A. Maryono
- Subsi Dokumentasi & Perpus. : S.M. Setiawan
- Subsi Publikasi : Y.A. Riswanto
WILAYAH dan LINGKUNGAN:
1. Wilayah Santo ANDREAS : Y. Idarto Tjitrosundoro
Lingk. Santo Aloysius : F.X. Djumari
Lingk. Santo Bernadus : Y.B. Soekimin
Lingk. Santa Cicilia : St. Suyatno
Lingk. Santo Damianus : Paulus Prastowo
2. Wilayah Santo TADEUS : Ignatius Moersidi
Lingk. Santa Elizabeth : B. Ristanto
Lingk. Santo Frans. Xaverius : A. Sono, Y.Sumarno, Antonius Yanuar
Lingk. Santo Gabriel : Firmus Fernandez
Lingk. Santo Gerardus : Petrus Maria Hariono
Lingk. Santo Gregorius Agung : Johanes Simanjuntak
Lingk. Santo Hieronimus : Aloysius Joko Putranto
3. Wilayah Santo PHILIPUS : Fransiscus Pramusinto
Lingk. Santo Ignatius : R.P. Rabidin
Lingk. Santo Yohanes Pemandi: Fransiscus Pramusinto
Lingk. Santa Katarina : A.J. Soemijo
4. Wilayah Santo Bartholomeus : Marcus Suharsono
Lingk. Santa Oda : Yoseph erwin Suparwoto
Lingk. Santo Paulus : Robertus Samiyo
Lingk. Santo Quirinus : Aloysius Nicolaus Soepii
Lingk. Santo Richardus : Maria Magdalena Sumariyati
5. Wilayah Santo PETRUS : Fransiscus Sugeng H.W.
Lingk. Santa Laurentius : Paulus Mugi Santoso
Lingk. Santa Maria : Agnes Partiah
Lingk. Santo Nicolaus : Yosaphat Samidi
DEWAN PAROKI SANCTA MARIA ANNUNTIATA
PERIODE 1996-1999
Ketua Umum : Romo Yustinus Budi Hermanto, Pr.
Wakil Ketua Umum : Romo Agustinus Tri Budi Utomo, Pr.
Ketua I : Yoseph Tuku Tiro
Ketua II : F.X.
Ketua III : Aloysius Sumardi
Sekretaris I : Ign. Yoh. Tresno Budianto
Sekretaris II : J.C. Soebroto
Bendahara I : Paula Maria Lisia Siswanto
Bendahara II : Maria Immaculata Lianawati TH.
B.P.K. : 1. St. Sarwono
2. F.X. Siswoto
Tata Usaha : Nicolaus Nggesu
SEKSI-SEKSI BIDANG I:
Liturgi : Fransiscus Sutarto
- Subsi Misdinar : G. Totot Eko Indarto, SH.
- Subsi Koor : Antonius Suroso
- Subsi Organis : Anastasius Maria Djarot Waluyo
- Subsi Kolektan : Andreas Slamet Mursidi
- Subsi Lektor : Antonius Maxentius Wiyono
Katekese : C. Suratmi, ALMA
P.K.S. : Yohanes Bosco S. Hadi Widodo
SEKSI-SEKSI BIDANG II:
Sensus / Inventaris : 1. Y.A. Giman
2. F.X. Ngadiman
R.T.P. : 1. Maria Margaretha Wuryati
2. Iswari Indarti Prajogo
3. Rosalia Hendra Budiarja
4. Maria Theresia Mariyati
5. Emilia Sriwiryati
Sosial : Yohanes Fransiscus Sugito
- Subsi Anak Asuh : Dra. Fransisca Endah Tjahjo Purwanti
- Subsi Dana Sehat : Drs. Stefanus Rullyanto Karsono
- Subsi Donor Darah : dr. Susi Tjandra
- Subsi Kematian : Sebastianus A. Suradi
Harwat : 1. Stefanus Slamet Gunawan
2. Fransiscus Xaverius Joko Gunawan
3. Bernardus Budiyanto Gunawan
SEKSI-SEKSI BIDANG III:
Kerawam : Stefanus Kutjok Suarso
Komsos : Ferdinandus Y. Hariwiyanto
- Subsi Publikasi : 1. Yohanes Wisnu Widya S.
2. Agustinus Sujatmiko
- Subsi Perpustakaan : Stefanus Setiono
Kerasulan Keluarga : Maria Margaretha Soeprapti
Pendampingan Anak Muda : Leonardus Rudi Sulistyo R.
Bina Anak : Florentiana Maria Endang Siti M.
Remaja Katolik : Yosafat Agustinus Riswanto
Keamanan / Ketertiban : F. Sugeng Hendri Wandono
STASI, WILAYAH dan LINGKUNGAN:
1. Stasi Santo Andreas : 1. Y. Idarto Tjitrosundoro
2. Y. Hadi Erwanto
3. Y.B. Sukimin
2. Wilayah Santo Gabriel : Yoseph Herman Susilo
3. Wilayah Santo Tarsisius : Irwan Wibisono
4. Wilayah Santo Tadeus : Petrus Maria Haryono
5. Wilayah Santo Albertus Agung : Aloysius Joko Putranto
6. Wilayah Santa Emilia De Vialar : Stefanus Fernandez
7. Wilayah Santa Theresia : T.M. Istanto
8. Wilayah Santo Philipus : A. Dasariyanto
9. Wilayah Santo Benedictus : Bernardus Djasmoredjo
10. Wilayah Santo Bartholomeus : F.X. Suwarsono
11. Wilayah Santo Petrus : Matheus Soemarsono
DEWAN PAROKI SANCTA MARIA ANNUNTIATA
PERIODE 2000 – 2003
DEWAN HARIAN
Ketua Umum : Pastor Kepala Paroki
Ketua I - Intern : F.X. Siswoto
Ketua II - Sarana Prasarana : F.X.
Ketua III - Ekstern : Heribertus Gunawan
Sekretaris I : Ign. Yoh. Tresno Budiyanto
Sekretaris II : X.L. Effendi Budi Prayitno
Bendahara I : Immaculata Lianawati T.H.
Bendahara II : Paula Martina Lisia Siswanto
Pembukuan : Maria Agnes Melani
SEKSI BIDANG I – INTERN
Liturgi : Franciscus Sutarto
- Subsi Putera Altar : Tarcicius Unggul Sasongko
- Subsi Lektor : Vitalis Asman
- Subsi Koor & Dirijen : A. Suroso
- Subsi Organis : V. Marjorie Rahmalia
- Subsi Kamtibja : Januarius Soewandi
Katekese : C. Suratmi, ALMA
- Subsi Pendalaman Iman : R. Joseph Tuku Tiro
Kitab Suci : Dicky Darmawan
Kerasulan Keluarga : Aloysius Soemardi
- Subsi Pra Nikah & Keluarga Muda : F.X. Soegiarto
- Subsi Keluarga Bermasalah : B. Modestus Djasmoredjo
- Subsi Lansia : Januarius Soewandi
SEKSI BIDANG II – SARANA PRASARANA
Sosial : J.F. Sugito
- Subsi Donor Darah : dr. Susy Tjandra
- Subsi Anak Asuh : F. Endah Tjahjo Purwanti
- Subsi Dana Sehat : dr. Yenny Sukamto
- Subsi Pangrukti Laya : Eddy Emanuel Sismadi
- Subsi Lembaga Pemasyarakatan : Theresia Ambarwati
Sarana Prasarana : 1. Stefanus Slamet Gunawan
2. F.X. Djoko Goenawan
3. Yoseph Herman Susilo
4. Eduardus Edy Basuki Utomo
- Subsi Umum : 1. F. Sugeng H.Wandono
2. Y. Sidik Setyo Utomo
Rumah Tangga Pastoran : 1. Iswari Indarti Prayogo
2. Theresia Liana Rosalia HB
3. Agnes Joyce Anggraini YHK
Pemeliharaan Harta Benda Gereja : 1.Ir. Marianus harjo Mulyo
2. Hendricus Trimurtijanto
- Subsi Inventaris : 1. Agnes Partiah
2. Maria Anny Anggraeni
3. Yohanes Aport Giman
SEKSI BIDANG III – EKSTERN
Kerawam : Ino Vincensio Dugis
H.A.K. : 1. Daance Yoseph Wetik
2. Yohanes Berchmans Rony
Kepemudaan : G. Totot Eko Indarto, SH.
Rekat – Perpekat : Sebastianus Wuryana
Bina Iman Anak Katolik : drg. Ennie Susanti
Komsos : Yohanes Bambang Suprijanto
STASI, WILAYAH & LINGKUNGAN
1. Stasi Santo Andreas : 1. A.Y. Soebekti
2. C.C. Handoko
3. Y.B. Sukimin
Lingk. Santo Aloysius : Bambang Suryanto
Lingk. Santo Antonius : Ferry Kusumo
Lingk. Santo Bernadus : Fransiskus Nara
Lingk. Santa Cicilia : J.M. Tadjab
2. Wilayah Santo Gabriel : Aloysius Maryanto
Lingk. Santo Giovanni : A. Agus Setya Budi
Lingk. Santo Germanus : G. Hendrianto Wibisana, SH
Lingk. Santa Gisela Goris : Aloysius Jhonky Aliman
Lingk. Santo Giorgius : Cornelius Lasmono
3. Wilayah Santo Tarcisius : Ign Homerus Arsad
Lingk. Santa Felicitas : Ag. Kristiantoro
Lingk. Santo Ferdinandus : Paulus B. Wibowo Heryanto
Lingk. Santo Franciscus Xaverius : Silvester Ratu Lodo
Lingk. Santo Fabiola : Leonardus Andre
Lingk. Santo Fabianus : Michael Bambang
4. Wilayah Santo Tadeus : P.M. Haryono
Lingk. Santo Gerardus : Ign. Bobby Pandawangi
Lingk. Gregorius Agung : A.Y. Giyanto
Lingk. Santo Gonzaga : Agustha
5. Wilayah Santo Albertus Agung : Aloysius Joko Putranto
Lingk. Santo Hieronimus : Leo Untung
Lingk. Santo Hendricus : Hendricus Trimurtijanto
Lingk. Santo Nicolaus : Y. Sidik Setyo Utomo
Lingk. Santo Nicodemus : Aloysius Widyatmoko
Lingk. Santo Nobertus : Albertus Puji Santoso
6. Wilayah Santa Emilia de Vialar : Stefanus Fernandus
Lingk. Santo Efrem : Anselmus Sri Budiatmoko
Lingk. Santo Eduardus : Gregorius Widiantoro
Lingk. Santo Eusibius Verceli : Paschalis Budi Lestariono
Lingk. Santo Eugenius : G. Totot Eko Indarto, SH
7. Wilayah Santa Theresia : T.M. Istanto
Lingk. Santa Elizabeth : F.X. Slamet Raharyanto
Lingk. Santa Eleonora : Y.B. Anang Suhardianto
Lingk. Santo Epifanius : R. Simon Dwiatmoko
Lingk. Santa Fransiska : Agnes Joyce Anggraeni YHK
8. Wilayah Santo Philipus : A. Dasariyanto
Lingk. Santo Ignatius : F. Sutono
Lingk. Santo Yohanes Pemandi : R.B.A. Soebakir
Lingk. Santo Yoseph : Agustinus Maryanto
Lingk. Santa Katarina : A.J. Soemidjo
Lingk. Santo Yakobus : Daance Yosef Wetik
Lingk. Santo Yustinus : Sebastianus Mau Reku, SH
Lingk. Santa Angela : Yulius Endy
9. Wilayah Santo Benedictus : F.X. Ngadiman
Lingk. Santa Oda : Januarius Soewandi
Lingk. Santo Odilo : Thomas Sulistyo Budi
Lingk. Santa Ortolana : Ign. Ngadono
Lingk. Santo Otto : Kristianto
Lingk. Santa Olga : A. Tommy Kuswantoro
Lingk. Santo Paulus : Alexius Sawa
Lingk. Santo Paschalis Baylon : Petrus Suroso
10. Wilayah Santo Bartholomeus : F.X. Soewarsono
Lingk. Santo Quirinus : Leo Kardiman Djajasumarto
Lingk. Santo Richardus : Yohanes Yosep Sukardi
Ling. Santo Robertus : R.B. Lasiyo
11. Wilayah Santo Petrus : Matheus Sumarsono
Lingk. Santa Laurentius : J.A. Ferry Purnomo
Lingk. Santa Maria : Chris. Maridjo
Lingk. Santo Mateus : Tarsius Mariadi
Lingk. Santo Markus : Pontius Bambang Wibowo
KELOMPOK KATEGORIAL:
1. Legio Maria Bunda Teladan Yang Baik : Agnes Partiah
2. Legio Maria Ratu Rosario Suci : Ign. Martono
3. Legio Maria Cermin Kekudusan : Sigit
4. Kelompok Pekerja Katolik : Sebastian Son
5. Warakawuri Santa Monica : Agnes Siswari
6. Marriage Encounter : Pasutri Yayuk & Trimurtijanto
7. Choice : Eddy Kurniawan
8. THS – THM : Stefanus Likho Guarta
9. Mudika : Avi
ORGANISASI KATOLIK:
1. I.S.K.A. : Ir. Andreas Y. Tando
2. W.K.R.I. : M. Th. Ning Hariyanto
SEKOLAH KATOLIK:
1. TK Katolik : Vitalis B.M.
2. SDK Untung Suropati I : L.A. Warsayati
3. SDK Untung Suropati II : A.M. Djarot Waluyo
4. SLTPK Untung Suropati : M. Sri Harisuci, Spd.
5. SMUK Untung Suropati : Drs. P. I Wayan Arthana
YAYASAN KATOLIK:
1. Ketua Y.P.G.A. : Pastor Kepala Paroki
2. Wakil Ketua Y.P.G.A. : F.X.
3. Sekretaris Y.P.G.A. : M.F.L. Setiawati
4. Bendahara Y.P.G.A. – I : Ir. Martinus Bambang Susilo
5. Bendahara Y.P.G.A. – II : M. Roosilawati
6. Anggota Y.P.G.A. : Susilo Effendi
DEWAN PAROKI SANCTA MARIA ANNUNTIATA
PERIODE 2003 – 2006
DEWAN HARIAN
Ketua Umum : Pastor Kepala Paroki
Ketua I - Intern : Chrysanthus Sudarto
Ketua II - Sarana Prasarana : Hendricus Tri Murtijanto
Ketua III - Ekstern : Daance Yosef Wetik
Sekretaris I : Michael Toruan
Sekretaris II : Gregorius Widiantoro
Bendahara I : Maria Fransiska Swandawati
Bendahara II : Dra. Yohana Nur Wahyuni
Pembukuan I : Antonius Yosep Subekti
Pembukuan II : Anselmus Sri Budiatmoko
SEKSI BIDANG I – INTERN:
Liturgi : 1. C. Suratmi, ALMA
2. Raymundus Joseph Tuku Tiro
- Subsi Putera Altar : Stefanus Gondowijoyo
- Subsi Lektor : Vitalis Asman
- Subsi Koor & Dirijen : Antonius Suroso
- Subsi Organis : E.J. Wahidijanto
Katekese : 1. Albertus Sujarwo, S.Pd.
2. Aloysius Purnomo
Kitab Suci : 1. Sebastianus Sugiyanto
2. Elisabeth Djaja Soegiantoro
Kerasulan Keluarga : 1. F.X. Ngadiman
2. B.M. Djasmoredjo
Pendidikan : 1. Jeane Andreta Mandagi
2. Gregorius Budi Caturyanto
SEKSI BIDANG II – SARANA PRASARANA:
Sosial : 1. Ignatius Lani Jaya
2. T.A.M. Lieke Diana
- Subsi Donor Darah : dr. Susy Tjandra
- Subsi Anak Asuh : F. Endah Tjahjo Purwanti
- Subsi Dana Sehat : dr. Regina Wibawa
- Subsi Lembaga Pemasyarakatan : R.B.A. Soebakir
Pangrukti Laya : 1. Emanuel Eddy Sismadi
2. Moses R. Poedji Soegiharto
Kepegawaian : 1. Joseph Erwin Suparwoto
2. F.X. Sugeng H.W.
Sarana Prasarana : 1. Yoseph Herman Susilo
2. Ign. Soegiarto Tjahjonoadi
3. A. Dasarijanto
- Subsi Rumah Tangga Pastoran : 1. M.M. Rahayu S.
2. M.M. Nelly Reiny Desiana
3. M.G. Soendari
Pemeliharaan Harta Benda Gereja : 1. Januarius Suwandi
2. Y.Aport Giman
- Subsi Inventaris : 1. Agnes Partiah
2. Maria Anny Anggraeni
SEKSI BIDANG III – EKSTERN:
Kerawam : 1. Paulus B. Wibowo Heryanto
2. Stefanus Fernandez
H.A.K. : 1. T.M. Istanto
2. G. Totot Eko Indarto, SH
Kepemudaan : 1. Aloysius Dwi Budi Handono
2. R.Y. Tetra Herpinto
Rekat – Perpekat : 1. Paulina Sosrei Han4dajani
2. Drh. E. Djoko Putranto
Bina Iman Anak Katolik : 1. Anastasia Gisela G. Dwi A.T.
2. Monica Evie Rina Lumowa E.
Komsos : 1. X.L. Effendi Budi Prayitno
2. Sebastianus Wuryana
STASI, WILAYAH & LINGKUNGAN:
1. Stasi Santo Andreas : 1. Petrus Lukito
2. Erick Y. Hadi Irwanto
3. Fransiskus Nara
Lingk. Santo Aloysius : Agustinus Bambang Yulianto
Lingk. Santo Antonius : Andreas Dwi Witanto
Lingk. Santo Bernadus : G.A. Gari Susani
Lingk. Santa Cicilia : Y. Maria Tadjab
2. Wilayah Santo Gabriel : Yoseph Herman Susilo
Lingk. Santo Giovanni : F.X. Rahardjo Saleh
Lingk. Santo Germanus : Aloysius Eko Susilo
Lingk. Santa Gisela Goris : Antonius Soebijanto
Lingk. Santo Giorgius : Johanes Ritih
3. Wilayah Santo Tarcisius : Agustinus Kristiantoro
Lingk. Santa Felicitas : R. Rommy Ceha
Lingk. Santo Ferdinandus : Andreas C. Harry Prasetyo
Lingk. Santo Franciscus Xaverius : Ignatius Sutjahjo
Lingk. Santo Fabiola : F.X. Haryanto
Lingk. Santo Fabianus : Yohanes Siswoyo
4. Wilayah Santo Tadeus : Martinus Suradjiono
Lingk. Santo Gerardus : Y. Heru Prasetyo
Lingk. Gregorius Agung : Joseph Wiyono
Lingk. Santo Gonzaga : Julius Margie Yatno
5. Wilayah Santo Albertus Agung : Aloysius Widyatmoko
Lingk. Santo Hieronimus : F. Agus Wahyudi
Lingk. Santo Hendricus : R. Moses Poedji S.
Lingk. Santo Nicolaus : Aloysius Pramuji
Lingk. Santo Nicodemus : T. Endro Suwarsono
Lingk. Santo Nobertus : Martinus Rudy Hermawan
6. Wilayah Santa Emilia de Vialar : Yohanes Slamet Sudartono
Lingk. Santo Efrem : E.J. Wahidiyanto
Lingk. Santo Eduardus : Yohakim Teguh Karyanto
Lingk. Santo Eusibius Verceli : Lucianus Budi Kagramanto, SH
Lingk. Santo Eugenius : F.X. Suwarno
7. Wilayah Santa Theresia : Basilius Agung Ristanto
Lingk. Santa Elizabeth : S.V. Suratno Budi
Lingk. Santa Eleonora : Bernardus Edi Purwanto
Lingk. Santo Epifanius : Yulius Yogi
Lingk. Santa Fransiska : Agnes Joyce Anggraini Yustina
8. Wilayah Santo Philipus : Herman Yosep Handoyono
Lingk. Santo Ignatius : Laurentius Suhartono
Lingk. Santo Yohanes Pemandi : F.X. Eko Suroyo
Lingk. Santo Yoseph : Vincentius A.P. Yunus Thiores
Lingk. Santa Katarina : Aloysius Yosep Sumijo
Lingk. Santo Yakobus : Benjamin Antonius Soewastiarjo
Lingk. Santo Yustinus : Sebastian Mau Reku
Lingk. Santa Angela : Paulus Rudi Satria Nugraha
Lingk. Santo Isidorus : Gerardus Mayela Kus Sardoyo
9. Wilayah Santo Benedictus : Yosep Erwin Suparwoto
Lingk. Santa Oda : B.J. Suwandi
Lingk. Santo Odilo : Agustinus Budi Susilo
Lingk. Santa Ortolana : U.A. Situmorang, SH
Lingk. Santo Otto : Vincentius Umun cahyo Raino
Lingk. Santa Olga : Y. Nicolaus Indratno
Lingk. Santo Paulus : Albertus Santoso
Lingk. Santo Paschalis Baylon : Wilhelmus Hengky Basuki W.
10. Wilayah Santo Bartholomeus : F.X. Surjadi
Lingk. Santo Quirinus : Yohanes Gugoh Buanto